Wednesday, 13 April 2011

kopi & cangkir...... [insya Allah bermanfaat]



Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka

dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan

mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi

panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang

terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Guru tersebut menyuruh para

alumni untuk mengambil cangkir & mengisinya dengan kopi. Setelah masing-

masing alumni sudang mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata...

"Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang

tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik....

Memilih hal yang terbaik adalah wajar & manusiawi. Namun

persoalannya, ketika kalian ketika tidak mendapatkan cangkir yang bagus

perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang

dipegang orang lain & mulai membandingkannya..

Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah

cangkirnya melainkan kopinya. "Hidup kita seperti kopi dalam analogi

tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan

harta benda yang kita miliki"


Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang

kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting

Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus &

pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagiaan. Itu konsep yang

sangat keliru. Kualitas hidu di tentukan oleh "apa yang ada di dalam" bukan

"apa yang ada di luar". Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak

pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagiaan di dalam kehidupan kita?

itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi

basi
yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.

"Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi

seberapa bagus kualitas kopinya"


"Selamat menikmati secangkir kopi......... kehidupan "

No comments:

Post a Comment