Monday, 25 April 2011

Hidup yang remeh temeh

Kalau kita melihat ke belakang lalu membandingkan dengan hari ini, apa saja pencapaian kita? Mungkin hari ini kita memang jauh lebih baik dari beberapa tahun yang lalu, mungkin juga statis alias sama aja, atau malah mundur dengan sukses. Refleksi ini jangan dijadikan hal yang mengecilkan semangat untuk maju jika ternyata kita tidak termasuk pada kriteria ‘lebih baik’, karena untuk merubah sesuatu kita harus sadar benar apa yang memang harus dirubah dengan ‘menyerang’ langsung ke akarnya, persis seperti tumbuhan.
Energi kita setiap hari, bagi yang tidak masuk kelompok ‘lebih baik’, sudah waktunya kita teliti kembali. Reaksi yang kita lakukan setiap hari atas peristiwa yang datang pada kita. Reaksi inilah yang menentukan akankah kita setiap hari bertumbuh dengan sehat atau malah semakin kerdil ditelan masa. Mungkin saja kita masih lebih banyak bereaksi untuk hal yang remeh temeh. Hal remeh temeh adalah hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu kita anggap sebagai hal yang perlu dipersoalkan. Contoh ringan, jika ada yang mengkritisi cara atau warna pakaian kita di depan orang banyak. Reaksinya; balik menyerang dengan menjatuhkan kawan bicara atau tersenyum manis pada kawan bicara lalu berkata dalam hati “Energi saya hanya untuk hal-hal yang penting saja”
Memang tidak mudah membiasakan hal-hal yang sebenarnya biasa yang kita tidak terbiasa. Seolah-olah, siapapun yang menghalangi jalan kita untuk terlihat, berposisi dan merasa lebih baik harus dilibas agar lancar jalannya, hingga akhirnya kitalah yang menjadi looser! Belum lagi tambahan musuh yang tidak terlihat.
Berbuat salah itu wajar asal niat awal sewaktu melakukannya bukan untuk menjatuhkan/merugikan orang lain. Jadi, jika reaksi kita salah, it is OK selama itu tidak merugikan orang lain. Toh, kita adalah pembelajar dari kesalahan-kesalahan kita dan kesalahan orang lain sebagai cermin untuk perbaikan kualitas hidup. Bagaimana hidup yang berkualitas? Kembali pada diri masing-masing, sangat subjektif.
Memulai dengan bermohon kemudahan dari Allah, mari kita mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini untuk mengalokasikan energi kita untuk hal-hal yang menjadi pupuk untuk hidup lebih baik. Semoga istiqomah. Tetap semangat!

No comments:

Post a Comment