Friday, 29 April 2011

sepenggal mutiara bung karno



yang lebih ganteng nih gan...



walaupun beliau lengser dengan beberapa kasus.
ane tetep HORMAT sampai kapanpun dengan beliau.

berikut ini ane ingin share-kan beberapa penggalan kata-kata mutiara Bung Karno yang sampai saat ini masih byk didengungkan oleh masyarakat Indonesia.

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” - Bung Karno

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)

“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Thursday, 28 April 2011

KEBAHAGIAAN ITU SEDERHANA

Dear All,
Hari ini saya mendapat e-mail dari seorang sahabat di Bogor. Dia bercerita tentang kebahagian yang dialaminya dalam peristiwa-peristiwa sederhana di dalam hidupnya.. Moga menjadi sumber inspirasi bagi Anda dan saya dalam melihat dan menjalani hidup ini..
———
KEBAHAGIAAN ITU SEDERHANA..
Sebuah kalimat yang pernah saya baca di salah satu mailing list. Yup, kebahagiaan itu sangat sederhana, bahkan disaat saya masih berada di Jakarta, ditengah tengah kesibukan pekerjaan aku, ditengah tengah masalah yang menghimpit berbulan-bulan bahkan hampir saja aku lari menghindar dari masalah itu – tapi mau tidak mau akupun harus menghadapinya…..ternyata, akupun tetap mengalami kebahagiaan yang sangat menyenangkan. Bahkan kebahagiaan itupun amat sangat mudah untuk aku dapatkan. Tiap pagi – pergi dan malam pulang kerja, aku melewati daerah dimana pepohonan begitu rimbun dan hijaunya, aku menikmati dan menghirup udara yang masih bersih bebas dari polusi, ternyata…aku mendapatkan kebahagiaan dari situ….. Di suatu malam, disaat aku menatap langit, aku melihat bintang bintang…iiihh…ternyatahari ginih di Jakarta masih ada bintang juga? Dan aku pun merasakan kebahagiaan pada saat itu….
Di bis dari blok M menuju Tangerang, aku mendengarkan seorang Bapak yang bersyair….. bertutur…dengan celotehnya yang membuat aku tersenyum…aaahhh..ternyata didalam bis aku pun mendapatkan kebahagiaan itu…..Di saat aku bangun pagi, merasakan dingin dan sejuknya udara dikala subuh….waaahhh…ternyata kebahagiaankupun ada disitu.
Bila kekayaan itu tidak membahagiakan semua orang kaya dan sebaliknya bila kemiskinan itu tidak menyedihkan semua orang miskin, maka kebahagiaan itu tidaklah sesuatu yang spektakuler. Dia sangat sederhana, dia ada disekeling kita, bahkan dia ada dalam hati kita. Mudah bukan untuk memperoleh kebahagiaan? Dia sangat cantik, begitu anggun, begitu sederhana…..
Kebahagiaan itu begitu indahnya disaat kita berada dalam pribadi yang setia pada hal-hal yang benar……Bertutur kata yang benar, bertindak yang benar…akan mendatangkan kebahagiaan dalam hidup kita…Menjadi pribadi yang jujur, menjadi pribadi yang memberi….pun pasti memberikan kebahagiaan pada diri kita…..
Bahkan….satu hal mengapa aku selalu berbahagia dalam hidup aku….Bahwa aku sudah memiliki cintaNya. Cinta yang yang tak pernah mati, Cinta yang selalu menggairahkan kehidupan aku…..Cinta yang membuat aku tergila gila kepadaNya….Yang ingin selalu dekat denganNya…..
Ya, ketika Cinta itu datang dan menghampiriku…..Dia berkata kepadaku, disaat kamu merasa sendiri, tidaklah berarti bahwa kamu itu sendiri…..disaat kamu merasa bahwa tak seorangpun menginginkanmu, tidak berarti bahwa tak satupun orang yang peduli kepada kamu…..Cinta datang, selalu berada disisiku, dan Ia tidak akan pernah meninggalkan aku….Cinta tidak memberi semua yang aku mau, tapi Cinta memberi apa yang aku butuhkan, Dia yang lebih tahu apa yang aku butuhkan daripada aku sendiri…. Jadi, adakan alasan untuk mengapa aku tidak berbahagia? CintaNya kepadaku sudah lebih dari cukup mengapa kebahagiaan itu ada pada diriku……….
Sudahkah Anda berbahagia hari ini???
Have a nice day….. have a nice weekend……
Salam dan doaku serta. GBU

10 ALASAN BAIK MENGAPA KITA PERLU BERDOA DENGAN TEKUN

1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress
2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil
3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa
4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun
5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)
6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri
7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri
8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan
9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk
10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian
Amisani K, Pr



Wednesday, 27 April 2011

Paris Hilton Telah Masuk Islam






Selebritis Amerika, Paris Hilton telah masuk Islam. Hal ini dikabarkan oleh juru bicaranya, Ian Brinkham, melalui CBS News.

“Dia memikirkan hal tersebut dalam beberapa waktu dan ketika ia dipenjara di Fasilitas Penahanan Century Regional pada tahun 2007, ia menemui beberapa orang yang telah memeluk islam ” Ujar Brinkham.

Dengan menjadi muslim, Paris Hilton telah memutuskan untuk menghindari kehidupan lamanya sebagai selebriti dengan kehidupan bebas dan ugal ugalan.

Ketika berbicara dari pusat studi Islam di Jeddah, ia berkata: “Saya telah menemukan kedamaian sesungguhnya dalam kehidupan saya, saya dulu dikenal sebagai wanita malam, dan kurang bermoral, tapi sekarang semua itu telah berubah. Alhamdulillah.. “

Hilton berencana untuk kembali ke Los Angeles minggu depan untuk mulai mendirikan sekolah Islam di pusat Beverly Hills yang begitu gemerlap.

“Lupakan saja tentang Scientology atau Kaballah. Ini adalah agama terbaik yang pernah ada sekarang. saya tidak akan mengenakan tali merah di pergelangan tangan atau berjalan-jalan seperti robot yang berbicara tentang Xenu. Islam adalah agama yag wajib dianut. dan saya akan menyebarkan ayat ayat Al-Quran kepada semua orang, “kata Paris Hilton bersemangat.

Paris Hilton juga berencana untuk mengubah namanya menjadi ‘Tahirah’. sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti’murni, atau suci’.

Sekolah Islamnya akan dimulai pada bulan Juli mendatang dan akan dijadikan tempat spiritual populer yang akan menghantui banyak selebriti Hollywood. [syahidah/voa-islam.com]

Reference
Quote:
http://situslakalaka.blogspot.com/20...tas-paris.html
http://celebrity.okezone.com/read/20...suk-islam-hoax




Tuesday, 26 April 2011

“Guru go Blog” sukses

“Seminar Nasional dan Workshop Guru Go Blog : Optimalisasi Pemanfaatan Blog dalam Pendidikan” sebagai even yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan peringatan hari Pendidikan Nasional tahun 2009.

Kegiatan Seminar Nasional dan Worskhop ini diikuti oleh 200 orang peserta, yang berasal dari berbagai instansi dan profesi, seperti Dosen, Guru, Mahasiswa, Pegawai yang berasal dari berbagai instansi di Sumatera Barat.
Keberhasilan Kegiatan Seminar Nasional dan Workshop ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, antara lain :


Dalam kegiatan Seminar Nasional dan Workshop ini dihadirkan empat orang pembicara yang berasal dari beberapa instansi yang berkompeten dalam bidang yang berkaitan dengan kegiatan seminar dan worskhop, antara lain :
  1. Bapak Ahda Yanuar, S.Kom dari Badan Kepegawaian Daerah Propinsi Sumatera Barat, dengan topik materi tentang Prospek Pengembangan SUmbar Daya Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan Sumatera Barat. Dalam kupasannya Pak Yan (begitu beliau disapa akrab) memaparkan bagaimana kebijakan-kebijakan Badan Keoegawaian Daerah Sumatera Barat dalam merencanakan perekrutan kepegawaian baru di Propinsi Sumatera Bara. khususnya yang berhubungan dengan pengadaan tenaga profesional bidang TI, baik untuk tenaga teknisi maupun tanaga guru bidang TI. Secara jujur beliau mengakui, bahwa memang hingga saat ini masih terdapat banyak kekurangan tenaga TI, khususnya tenaga guru TI di sekolah-sekolah, yang benar-benar mempunyai kompetensi di bidang TI. Oleh karena itu maka kehadiran Program Studi Pendidikan Teknik Informatika di Jurusan Teknik Elektronika, merapakan suatu angin segar bagi pendidikan di Sumatera Barat dalam meningkatakan kualitas penyelenggaraan pendidikan berbasis TI.
  2. Bapak Riky Suhendra, ST, dari PT. Kovalen Global Mandiri, Jakarta, dengan topik materi “Dukungan Sarana dan Media dalam Pendidikan dari Perspektif Industri Media“. PT. Kovalen Global Mandiri sebagai distributor peralatan laboratorium pendidikan dari ED Technology Korea. Pada kesempatan ini,Pak Riky memaparkan teknologi-teknologi baru yang dapat diadopsi oleh dunia pendidikan, khususnya untuk dukungan peralatan laboratorium berteknologi tinggi. Cukup banyak bidang pengembangan lab yang ditawarkan, antara lain peralatan praktikum telekomunikasi, pneumatic, wireles, CDMA dan GSM dan sebagainya. PT. Kovalen Global Mandiri, selain sebagai vendor penyedia peralatan, juga sekaligus melaksanakan kegiatan training sebagai “after sales service” yang diberikan kepada lembaga pendidikan yang telah menggunakan produk mereka di laborratorium sekolah ataupun perguruan tinggi.
  3. Ibu Iin Susanty, dari PT. Telkom, Kandatel Sumatera Barat yang memaparkan materi tentang “Konfigurasi Koneksi Internet menggunakan Teknologi Mobile“. Pada kesempatan ini ibu Iin menjabarkan dengan detil bagaimana Telkom dengan komitmen yang tingg, ingin mendukung keinginan semua lapisan masyarakat untuk dapat mengakses internet dimanapun mereka berada. Dengan produk Telkom Flexy dan Telkom Speedy yang telah ada, sebenarnya kita sudah bisa melakukan koneksi internet dimanapun kita berada. Pada kesempatan yang sama sekalgus beliau melakukan demonstrasi penggunaan produk mobile telkom tersebut dalam mengakses internet, yang saat ini disaksikan oleh semua peserta berjalan dengan sangat lancar dan kecepatan akses yang cukup tinggi, sekitar 115 kbps, menggunakan USB CDMA Modem dan Kartu CDMA Flexy. Sehingga dengan demonstrasi ini, akhirnya banyak peserta yang mulai memahami bagaimana mudahnya berinternet ria.
  4. Sesi keempat ini adalah inti dari kegiatan hari ini, yaitu Workshop pengembangan Blog Edukasi, dengan pembicara Penulis Buku Guru Go Blog (….he..he..udah tau kan..?). Sesi inilah yang sesungguhnya ditunggu oleh peserta yang mayoritas memang berasal dari tenaga edukasi.

Photo 1. Antrian Peserta saat melakukan registrasi

Photo 2. Keseriusan Peserta dalam mengikuti Seminar dan Worskhop

Photo 3. Asyiknya ngikuti workshop

Photo 4. Asyiknya ngikuti workshop dengan baca modul

Photo 4. Asyik…mmmh lahapnya

Foto 5. Antrian peserta saat pembagian sertfikat

Photo 6. Photo bareng penulis buku Guru Go Blog dengan peserta Seminar

Foto 7. Kesibukan Panitia di dapur sekretariat nyiapin sertifikat

Foto 8. Panitia membantu peserta dalam workshop

Foto 9. Keceriaan panitia di sela kegiatan Seminar Nasional dan Workshop

Foto 10. Panitia siap memberikan layanan terbaik bagi peserta

Foto 11. Best service for our audience

Inilah Motivasi Hitler Membantai Kaum Yahudi



Seringkali, tabiat, perilaku dan pendirian seseorang adalah hasil dari pengalaman masa lalunya. Semasa kecil Hitler adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan menganggap perilakunya yang “antisosial” itu adalah sebuah kutukan kerena Alois Hitler (Ayah Hitler) mengawini keponakannya sendiri. Adi (nama kecil Adolf Hitler) dilahirkan pada tanggal 20 April 1889 di sebuah kota kecil di Austria dekat perbatasan Jerman. Ayahnya adalah seorang yang keras dalam mendidik anak sedang ibunya baik kepadanya.

Ibunya adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar disayangi oleh Adolf. Ibunya sangat percaya bahwa anaknya adalah seorang jenius, dan selalu menganggap anaknya normal, walaupun sejak kecil sudah menunjukkan gejala destruktif dan antisosial. Umur 18 tahun, Adolf sudah menjadi seorang yatim piatu setelah ibunya meninggal dunia sedangkan ayahnya sudah meninggal terlebih dulu sebelumnya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dan abusement dari ayahnya ini memberikan andil besar dalam mental dan kejiwaan Hitler dewasa.

Ada hal yang harus kita pahami bahwa, jangan pernah meremehkan “dendam masa kecil”. Contoh lain juga bisa kita dapati dari kisah Mao Tse Tung. Mao kecil pernah bersekolah di sekolah yang didirikan oleh para missionaris dari Eropa, oleh sebab suatu hal Mao dimaki oleh salah satu Pastor dengan makian yang bersifat rasialis “anjing kuning!” dan mulai saat itu Mao tidak pernah kembali ke sekolah itu.

Membenci kaum agamawan. Kemudian menjadi pemimpim komunis terbesar di China, juga menjadi pembunuh massal, jutaan kaum terpelajar dan seniman tewas dibunuh dan dihukum kerja paksa dalam Revolusi Kebudayaan 1965. Nggak kalah sadis dengan Hitler Sebuah dendam masa kecil; inilah bahayanya jika itu dialami oleh seorang pemimpin!

Hitler awalnya bercita-cita menjadi seorang seniman (bukan menjadi tentara/ politikus). Sebagai pecinta seni, maka dia mencoba mendaftar ke sebuah fakultas seni di Wina, Austria, tetapi ditolak. Penolakan ini memiliki dampak besar bagi dirinya.

Frustasi, yatim-piatu, tidak ada uang, sehingga dia selama kira-kira setahun menjadi gelandangan, hidup dari belas kasihan orang lain di jalanan. Selama itu, dia juga mulai benci terhadap orang Yahudi, kaum imigran yang hidup lebih mewah, dan ini dikuatkan dengan pendengaran dari ceramah yang sifatnya “Antisemit” oleh Walikota Vienna Karl Lueger.

Teori Lueger yang menyalahkan kekacauan ekonomi dan politik kepada kaum Yahudi, mengispirasinya menjadi pembenci kaum Yahudi sepanjang hidupnya. Ini pula yang membangun ideologinya dan menganggap bangsa Arya adalah ras tertinggi. Banyak orang berkata, seandainya saja dia diterima di sekolah seni tersebut, mungkin Hitler hanya akan menjadi seniman seperti Picasso misalnya, mungkin sejarah juga akan lain ceritanya. Disinilah salah satu letak pentingnya Hitler, dia mengubah sejarah (meskipun ke jalan yang dianggap salah). Garis hidupnya bagaikan takdir yang tidak bisa diubah.

Di tahun 1914, Jerman ikut serta dalam Perang Dunia 1 dan Hitler masuk militer. Sewaktu perang di garis depan, dia terluka, dipulangkan dan mendapatkan medali untuk keberaniannya. Selama perang, Hitler berangsur-angsur menjadi seorang patriot untuk Jerman meskipun dia sendiri bukan warga negara Jerman (dia lahir di Austria). Maka dari itu, sewaktu Jerman kalah perang, dia tidak bisa menerima kenyataan, karena bagi Hitler, Jerman adalah yang terkuat. Dia lalu menyalahkan para "pengkhianat" sipil, terutama orang Yahudi sebagai penyebab Jerman kalah perang.

Jerman setelah kalah perang porak poranda. Keadaannya sangat mengenaskan dengan kota-kota yang hancur, harga barang tinggi ditambah lagi dengan datangnya gerakan-gerakan revolusi komunis. Hitler sendiri tetap berdiam di militer. Hitler membenci orang-orang dari berbagai ideologi, termasuk komunis (Karl Marx adalah seorang Yahudi), sosialis kapitalis dan liberal. Sebenarnya karir militer Hitler hanya sampai Kopral, bisa dibayangkan betapa hebatnya orang ini, dia menjadi Army Commander yang ditakuti seluruh dunia pada Perang Dunia 2.

Tahun 1919 Hitler lalu bergabung dengan sebuah partai kecil bernama Partai Pekerja Jerman dan meninggalkan karir militernya. Saat berhasil menjadi pemimpinnya dan akhirnya mengubah namanya menjadi partai NAZI. Tahun 1920, Hitler menterbitkan simbol Swastika dan Tahun 1921 Partai ini semakin solid dengan didukung oleh kelompok milisia SA.

Disinilah kita bisa melihat salah satu kejeniusan Hitler, berorganisasi dan berpidato. Apapun yang Hitler katakan adalah seperti sebuah “Religion’s order” yang membuat pengikutnya menjadi super fanatik

KISAH SEORANG NENEK PENJUAL TEMPE !

Peristiwanya terjadi di sebuah desa di Jawa Tengah. Seorang ibu setengah baya tersebut sehari-harinya adalah penjual tempe di desanya. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar untuk menjual tempenya. Ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedelai itu masih belum jadi tempe, alias masih setengah jadi. Ibu ini sangat sedih hatinya. Sebab jika tempe tersebut tidak jadi berarti ia tidak akan mendapatkan uang karena tempe yang belum jadi tentunya tidak laku dijual. Padahal mata pencaharian si ibu hanyalah dari menjual tempe saja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu langsung berdoa “ Ya Allah aku mohon kepadaMu agar kedelai ini bisa menjadi tempe sekarang juga, Amin."Demikian doa singkat si Ibu yang dipanjatkannya dengan sepenuh hatinya. Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab doanya. Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan dengan ujung jarinya bungkusan bakal tempe tersebut. Dengan hati yang deg-deg-an ia mulai membuka sedikit bungkusannya untuk melihat mujizat kedelai jadi tempe terjadi. Lalu apa yang terjadi, dengan kaget dia mendapati bahwa kedelai tersebut ........................ masih tetap kedelai.

Si Ibu tidak kecewa. Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu kembali ia tumpang tangan di atas batangan kedelai tersebut. "Ya Allah, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku Aku mohon dengan namaMu ya Allah jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Amin."Dengan yakin ia pun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu apa yang terjadi ? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedelai tersebut masih tetap begitu ! Sementara hari semakin siang dimana pasar tentunya akan semakin ramai. Si Ibu dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa bagaimanapun ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu. Ia berpikir mungkin mujizat Tuhan akan terjadi di tengah perjalanan ia pergi ke pasar.

Lalu ia pun bersiap-siap untuk berangkat ke pasar. Semua keperluannya untuk berjualan tempe seperti biasanya sudah disiapkannya. Sebelum beranjak dari rumahnya, ia sempatkan untuk berdoa sekali lagi. "Ya Allah, aku percaya Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau akan mengadakan Mujizat buatku,
Amin."Lalu ia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan didalam hatinya ia tidak lupa selalu berdoa dan berharap. Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk menggelar barang dagangannya. Ia yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Lalu iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan yang ada. Perlahan ia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi ? Ternyata saudara-saudara, tempenya benar-benar ...... belum jadi !

Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewa pada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan. Ia merasa Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya mengandalkan hasil menjual tempe saja. Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menggelar dagangannya karena ia tahu bahwa mana ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi.Sementara hari semakin siang dan pasar sudah mulai sepi dengan pembeli. Ia melihat dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang tempenya sudah hampir habis. Rata-rata tinggal sedikit lagi tersisa. Si ibu tertunduk lesu. Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya hari itu. Ia hanya bisa

termenung dengan rasa kecewa yang dalam. Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak akan mengantongi uang sepeserpun.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita. "Bu ?..! Maaf ya, saya mau tanya. Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi ? Soalnya dari tadi saya sudah keliling pasar mencarinya". Seketika si ibu tadi terperangah. Ia kaget. Sebelum ia menjawab sapaan wanita di depannya itu, dalam hati cepat-cepat ia berdoa "Ya Allah ... Saat ini aku tidak butuh tempe lagi. Aku tidak butuh lagi. Biarlah daganganku ini tetap seperti semula. Amin." Tapi kemudian, ia tidak berani menjawab wanita itu. Ia berpikir jangan-jangan selagi ia duduk-duduk termenung tadi, tempenya sudah jadi. Jadi ia sendiri saat itu dalam posisi ragu-ragu untuk menjawab ya kepada wanita itu.


"Bagaimana nih ?" ia pikir. "Kalau aku katakan iya, jangan-jangan tempenya sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mujizat Tuhan ?" Ia kembali berdoa dalam hatinya, "Ya Allah, biarlah tempeku ini tidak usah jadi tempe lagi. Sudah ada orang yang kelihatannya mau beli. Tuhan tolonglah aku kali ini. Tuhan dengarkanlah doaku ini ..." ujarnya berkali-kali.Lalu, sebelum ia menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu ? Apa yang dilihatnya Saudara-Saudara ? Ternyata ..... ternyata ..... memang benar tempenya belum jadi Ia bersorak senang dalam hatinya. Alhamdulillah….Alhamdulillah… katanya. Singkat cerita wanita tersebut memborong semua dagangan si ibu itu.


Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe yang belum jadi. Ia bertanya kepada si wanita. Dan wanita itu mengatakan bahwa anaknya di Yogya mau tempe yang berasal dari desa itu.Berhubung tempenya akan dikirim ke Yogya jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi, supaya setibanya di sana, tempenya sudah jadi. Kalau tempe yang sudah jadi yang dikirim maka setibanya di sana nanti tempe tersebut sudah tidak bagus lagi dan rasanya sudah tidak enak lagi.

Apa yang bisa kita simpulkan dari cerita ini ?

Pertama : Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan pada waktu kita berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan.

Kedua : Tuhan menolong kita dengan caraNya yang sama sekali diluar perkiraan kita sebelumnya.

Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan.

Keempat : Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan rancanganNya

Monday, 25 April 2011

Berbincang dengan sang hati

beberapa hari belakangan ini, inspirasi lagi ‘seret’. Coba corat coret, tapi si hati protes, “bener neh mo nulis yang itu?”. Tapi lumayanlah, karena ternyata si Hati masih bersuara, masih protes. Ngasih advise, ini itu, untuk dipertimbangkan oleh si otak. Dua hari yang lalu ada peristiwa yang kurang menyenangkan (ukuran aku sebagai manusia :-) ) Begitu rajinnya aku ngabsen sang hati, lagi berat kah atau ringan… Ternyata waktu kejadian itu, rasanya cukup berat, tapi nggak banget lah, namun cukup menggantung seperti mendung yang nunggu numpahin ujan. Bolak-balik, sana-sini. Akhirnya curhat ama Tuhan. Itupun juga masih tersisa perang hebat di dada, namun magicnya, aku dapat satu clue…. Aku tantang rasa nggak enak itu untuk keluar sekalian. Dan guess what? Tumpah ruah dengan meriah….
Kususuri satu-satu, ringan, berat. Pelan-pelan aku ngobrol sambil membujuk sang hati untuk mengakui bahwa kejadian itu memang ada dan sedang senang dengan aku. Si hati tak kasih tau, “mbok ya diterima saja karena itu realita” Setelah si hati manggut setuju, akhirnya pelan-pelan beban berat tadi berkurang, meskipun sewaktu nulis ini masih ada residue, tapi sangat significant bedanya….
Alhamdulillah, yang namanya latihan memonitor termometer perasaan itu sangat menantang. Tapi dari segala tantangan itulah terbentuknya ilmu dan cara baru untuk perbaikan dan pemeliharaannya, supaya ‘merkurinya’ bisa dipake lama.
Sudah dulu ya, aku mesti tugas jaga neh. Biasa, jagain si hati supaya bisa dimonitor kegiatannya, biar yang lain jadi managable. Semoga istiqomah. Aamiin. Tetap Semangat!

Hidup yang remeh temeh

Kalau kita melihat ke belakang lalu membandingkan dengan hari ini, apa saja pencapaian kita? Mungkin hari ini kita memang jauh lebih baik dari beberapa tahun yang lalu, mungkin juga statis alias sama aja, atau malah mundur dengan sukses. Refleksi ini jangan dijadikan hal yang mengecilkan semangat untuk maju jika ternyata kita tidak termasuk pada kriteria ‘lebih baik’, karena untuk merubah sesuatu kita harus sadar benar apa yang memang harus dirubah dengan ‘menyerang’ langsung ke akarnya, persis seperti tumbuhan.
Energi kita setiap hari, bagi yang tidak masuk kelompok ‘lebih baik’, sudah waktunya kita teliti kembali. Reaksi yang kita lakukan setiap hari atas peristiwa yang datang pada kita. Reaksi inilah yang menentukan akankah kita setiap hari bertumbuh dengan sehat atau malah semakin kerdil ditelan masa. Mungkin saja kita masih lebih banyak bereaksi untuk hal yang remeh temeh. Hal remeh temeh adalah hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu kita anggap sebagai hal yang perlu dipersoalkan. Contoh ringan, jika ada yang mengkritisi cara atau warna pakaian kita di depan orang banyak. Reaksinya; balik menyerang dengan menjatuhkan kawan bicara atau tersenyum manis pada kawan bicara lalu berkata dalam hati “Energi saya hanya untuk hal-hal yang penting saja”
Memang tidak mudah membiasakan hal-hal yang sebenarnya biasa yang kita tidak terbiasa. Seolah-olah, siapapun yang menghalangi jalan kita untuk terlihat, berposisi dan merasa lebih baik harus dilibas agar lancar jalannya, hingga akhirnya kitalah yang menjadi looser! Belum lagi tambahan musuh yang tidak terlihat.
Berbuat salah itu wajar asal niat awal sewaktu melakukannya bukan untuk menjatuhkan/merugikan orang lain. Jadi, jika reaksi kita salah, it is OK selama itu tidak merugikan orang lain. Toh, kita adalah pembelajar dari kesalahan-kesalahan kita dan kesalahan orang lain sebagai cermin untuk perbaikan kualitas hidup. Bagaimana hidup yang berkualitas? Kembali pada diri masing-masing, sangat subjektif.
Memulai dengan bermohon kemudahan dari Allah, mari kita mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini untuk mengalokasikan energi kita untuk hal-hal yang menjadi pupuk untuk hidup lebih baik. Semoga istiqomah. Tetap semangat!

Mencintai diri sendiri




Mencintai diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan atribut dalam hidup ini memang susah-susah, gampang-gampang. Wong belajar mencintai diri sendiri aja sebenarnya cukup menantang. Mari kita kupas sedikit-sedikit ya. Coba perhatikan; berapa banyakkah orang memutuskan untuk menjadi trendsetter atau follower. Sebenarnya nggak ada masalah, mau menjadi trendsetter atau follower, karena ternyata ada sebagian orang yang memandang bahwa hidup ini adalah proses, ada juga yang memandang bahwa hidup haruslah “result oriented”, hasil harus real, nyata dan ada juga yang menggabungkan keduanya. Rasa-rasanya seh nggak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu, toh inilah yang membuat cerita hidup jadi makin seru. Apapun pilihannya, semoga pilihan itu selalu mendekatkan kita pada Allah SWT. Aamiin.
Lalu apa hubungannya dengan mencintai diri sendiri? Mencintai diri sendiri di sini sebenarnya lebih dimaksudkan kepada penerimaan atas diri sendiri, atas keadaan/kondisi, strenght and weakness, begitupun juga kejadian dan sejarah dalam hidup. Kita sebut saja self acceptance ya. Harapannya, dengan menerima diri kita sendiri sepenuhnya kita bisa selalu bersyukur kepada Allah, Sang Pencipta. Begitu luar biasanya perjalan hidup kita, sejak dari kandungan bunda hingga saat ini. Begitu Maha Pemurah Allah, kita nggak dikasih PR, besok bangun pagi kalau mau nafas, harus beli oksigen di mana, juga sewaktu kita masih dikandungan, food supply selalu siap, 1 X 24 jam nonstop. Cerita hidup yang jatuh bangun seharusnyalah menjadi penyemangat pagi untuk lebih baik setiap harinya.
Self acceptance akan menjadi obat buat yang kurang percaya diri, karena tahu bahwa setiap manusia punya strenght and weakness, itu juga berlaku buat dirinya sendiri. Self acceptance juga akan membuatnya bersahabat baik dengan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu extra tenaga untuk “berperang” dengan diri sendiri karena merasa tidak pernah puas atas dirinya, atas hidupnya. Padahal masa lalu adalah sejarah. Berapa banyak diantara kita yang tiba-tiba jadi ahli sejarah? Kita muter-muter aja dengan sejarah masa lalu kita, seperti gasing yang diputer. Habis energi terkuras mikir yang mubazir. Padahal sejarah itu hari kemarin. Ada hari ini agar bisa lebih baik dari kemarin. Bukankah hidup bahagia sangat tergantung dari sudut mana kita memandang hidup itu sendiri? Seberapa besar usaha kita untuk selalu bersyukur?
Percayalah, apapun yang kita miliki sekarang adalah hadiah yang terbaik untuk kita. Terimalah itu sebagai modal untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas menuju sukses untuk dunia akhirat.
Tidak mudah untuk memulai, tapi selama kita selalu bersemangat untuk meraih kualitas hidup lebih baik, insya Allah semuanya bisa dilakukan. So, mari mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini.
Tetap semangat!


12 CARA MEMBANGUN SIKAP “BERPIKIR POSITIF”






Pernahkah kamu menghadapi situasi dimana harus memutuskan atau menentukan pilihan, tapi diri kamu dipenuhi keragu – raguan karena berbagai pertimbangan tentang “bisakah aku?” “jangan – jangan”………….”, “Kalau……lalu bagaimana ?” Sementara sahabatmu dengan penuh percaya diri memberimu semangat dengan jawaban “ah……….itu sih gampang”,…….Siapa takut?”
Kamu dan sahabatmu punya perbedaan yang sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan, yaitu cara melihat sesuatu bisa dari sisi positif, bisa juga dari sisi negative, atau yang kita kenal “Negative and Positive Thinking”.
Berpikir Positip ternyata memberikan peluang seseorang untuk menjadi seorang pemimpin. Oleh karenanya “berpikir Positip” merupakan materi penting yang diberikan dalam training CEO (Chief Executive Officer) di dunia manager. Bahkan keberhasilan Miss Universe Th. 2005 ternyata sangat ditentukan oleh prinsip hidupnya yang selalu berpikir positip. Ini terbukti dari pengakuannya pada saat juri bertanya : “Apa yang anda anggap paling penting dalam hidup kamu ? dengan penuh keyakinan dia menjawab : Saya selalu belajar dan mencoba untuk berpikir positif. Dengan berpikir positif akan memberikan dampak cukup kuat pada Kedamaian Dunia. Dan ternyata jawaban itulah yang membuatnya terpilih menjadi Miss Universe Th. 2005.
Sangat berarti untuk membangun sikap dan perilaku positif. Ada 12 Tips cara untuk membangun sikap menjadi lebih Positif, antara lain :
1. kamu bisa memilih bersikap Optimis.
Orang yang pesimis itu focus kepada yang negative (seperti memandang segelas air sebagai setengah kosong/air yang sudah tak ada). Sedangkan yang optimis focus memandang yang positif (seperti memandang segelas air sebagai setengah penuh) Siapakan yang lebih baik cara pandangnya? Siapakah yang lebih mungkin bahagia, lebih yakin dan lebih pasti?
2. Kamu bisa memilih menerima segalanya apa adanya
Ini tidaklah berarti bahwa kamu menjadi tak semangat dan menyerah. Artinya kamu tidak bergumul, merengek, dan memebenturkan kepalamu ke tembok ketika segalanya tidak beres. Sebenarnya perilaku yang menjadikan kamu korban yang tiada berdaya (yang memakanmu itulah yang menambah beban atas semangatmu). “Terimalah segalanya apa adanya, bukan seperti yang kamu angankan saat ini. Masa lalu sudah lewat, masa depan masih misteri dan saat inilah karunia, itulah sebabnya saat ini disebut “present = hadiah”. Oleh karenanya saat ini pergunakanlah sebaik – sebaiknya.
3. Kamu bisa memilih cepat pulih
Mengembangkan sikap – sikap positif tidaklah berarti bahwa kamu tidak akan pernah mengalami kepedihan, penderitaan, atau kekecewaan. Selain itu, mengembangkan sikap – sikap positip tidaklah berarti kamu seharusnya mengabaikan masalah. Masalahpun selalu mempunyai sisi sebaliknya. Kalau kamu gagal dalam ujian, belajarlah lebih giat lagi atau cari pembimbing. Kalau kamu kehilangan teman, perbaikilah persahabatan tersebut, atau mencari teman baru. Kalau kamu tidak suka penampilanmu, kembangkanlah kepribadian kamu yang fantastis.
4. Kamu bisa memilih cerita
Mulailah dengan menolak hal – hal yang suram, sungginglah senyum. Kalau kamu melontarkan kata – kata yang positif, prmikiran – pemikiran yang positif, dan perasaan – perasaan yang positif, maka orang – orang (serta hal – hal) yang positif akan tertarik kepadamu.
5. Kamu bisa memilih bersikap antusias.
Sambutlah setiap harinya dengan semangat. Laksanakanlah tugas – tugasmu dengan penuh semangat. Semakin kamu bersemangat, maka semakin orang – orang disekelilingmu punmerasa dan bersikap demikian, “Semangatlah…..!”
6. Kamu bisa memilih lebih peka.
Kalau kamu lebih peka terhadap masalah – masalah potensial, maka kamu bisa lebih siap menghadapinya dan bahkan mengelak. Kamu juga bisa peka terhadap pengalaman – pengalaman positif. Misal, bila kamu dengar pengumuman tentang uji coba tim atau klub baru, maka catatlah waktu dan tempatnya dan berencanalah mengikutinya, kamu akan memperoleh sesuatu hal yang baru.
7. kamu bisa memilih humor.
Kalau kamu melakukan sesuatu yang konyol (semua orangpun pernah) jangan melewatkan peluang untuk menertawakan diri sendiri. Itulah salah Satu sukacita besar kehidupan. Kalau kamu banyak tertawa, kamu akan sehat. Tawa itu mengeluarkan kimiawi tertentu dalam tubuhmu yang merangsangmu dan dapat memebantumu bertumbuh dengan sehat. Humor dan tertawa itu sehat.
8. Kamu bisa memilih sportif
Sportif artinya menerima kekalahan dengan positif sambil tersenyum, menjabat tangan sang pemenang, tidak menyalajkan orang lain taua keadaan atas kekalahan itu. Sikap ini bisa memenangkan teman seandainyapun kamu tidak memenangkan pertandingan atau kompetisinya. “Sportif” berarti pula tidak perlu mengejek yang kalah ketika kamu menang.
9. Kamu bisa memilih rendah hati
Kalau kamu benar benar berkepentingan terhadap sesame, mereka akan melihat kualitas baikmu seandainyapun kamu tidak mengiklankannya. Mereka tidak akan merasa bahwa kamu berusaha memanipulasi mereka, berbuatlah untuk sesama karena Tuhanmu
10. Kamu bisa memilih bersyukur
Renungkanlah : Mungkin banyak sekali yang bisa kamu syukuri. Rasa syukur membuatmu tersenyum. Itu membuatmu senang dengan kehidupanmu. Dan orang lain pun senang di dekatmu. Bersyukur bisa memberikan ketenangan bagi dirimu.
11. kamu bisa memilih beriman
Bagi sementara orang, ini berarti percaya kepada Allah Yang Maha Kuasa atau kuas yang lebih tinggi lainnya. Beriman artinya percaya bahwa segalanya akan beres bagimu dan bahwa kamu bisa membereskan segalanya sendiri. Kalau kamu perkirakan akan gagal, mungkin mencapai sasaranmu.
12. Kamu bisa memilih berpengharapan
Pengharapan mungkin merupakan sikap positifmu yang terpenting dasar bagi segala sikap poritif lainnya. Apakah yang kamu harapkan? Apa sajakah impianmu?Apa sajakah ambisimu? Maksudmu dalam kehidupan ini? Kalau kamu mau mempertimbangkan pertanyaan – pertanyaan tersebut kamu sudah menjadi individu yang berpengharapan. “Pengharapan adalah sesuatu yang bersayap – Yang hingga pada Jiwa – Dan bersenandung tanpa kata – Dan tidak pernah berhenti – sama sekali.
“Semoga harapanmu tercapai dan mulialah dari hari ini”
Tulisan ini di sunting dan diedit oleh Moh. Ghozy, Konselor Lembaga Konsultasi “Mitra Remaja” dari Buku “What Do You Stand For”, diterjemahkan dengan judul “Character Building Untuk Remaja”, Barbara A. Lewis, 2004

Berpikiran positif atau berperasaan positif?

 

 

Menurut penelitian, dalam sehari ada 6500 pikiran yang berseliweran di kepala kita. Pikiran itu bisa positif atau negatif. Nah, seandainya pikiran-pikiran yang berseliweran tadi kita tangkapin yang negatif terus kita poles menjadi pikiran positif, maka silahkan hitung berapa banyak waktu yang akan kita habiskan untuk aktifitas poles memoles tadi.
Sebenarnya ada cara yang lebih elegan dan cerdas, yaitu memelihara perasaan positif. Agak aneh memang, kita yang terbiasa di ‘papar’ pelajaran untuk selalu berpikir positif diminta untuk menggeser pemahaman agar berperasaan positif.
Question; mengapa kita butuh berperasaan positif dan bagaimana caranya agar bisa selalu berperasaan positif?
Kita butuh berperasaan positif agar semua pikiran yang berseliweran tadi selalu mempunyai wadah (hati/perasaan) yang siap menampung, negatif atau positif. Coba perhatikan, kalau hati kita senang nyaman, enak, peristiwa yang tidak menyenangkan jadi lebih ringan, karena wadahnya siap, lapang. Intinya, dengan berperasaan positif kita bisa lebih siap dan lebih ‘lentur’ bin ‘luwes’ dalam menghadapi setiap benturan dari dalam atau luar diri kita.
Nah, gimana mengusahakan agar selalu berperasaan positif? Sering-seringlah menurunkan frekuensi otak dari beta ke alfa zone. Lalu gimana caranya agar bisa mencapai alfa zone? Good question huh? Dianjurkan untuk sholat yang khusyuk, dzikir yang bersungguh-sungguh sepenuh hati, “hadir” di setiap kegiatan, bersyukur di setiap momen, dan masih banyak cara lainnya. Why so? Karena alfa zone adalah zona di mana pikiran dapat fokus dan pintu untuk mengakses nurani bawah sadar. Di zona ini, tubuh otomatis akan merasa nyaman, tenang, santai,bahagia dan otomatis yang namanya cairan pembuat bahagia dari otak yaitu endorphine dan serotonin; otomatis lancar mengalir….
Semoga saya diijinkan Allah untuk membahas frekuensi otak dan pengaruhnya, serta bagaimana menggunakannya sebagai senjata rahasia yang berkekuatan luar biasa. Untuk hari ini, tulisan ini sebagai pengingat buat saya, supaya banyak-banyak bersyukur. PR besar memang, tapi mari kita mulai dengan semangat yang luar biasa dan semoga Allah selalu memberi jalan yang mudah dan keistiqomahan. Aamiin. Mari mulai dari sendiri, mulai hari ini.
Tetap semangat!

 

 

Saat Iblis Bertamu Ke Rumah Tuhan

Siang itu, matahari terik bersinar di suatu tempat di muka bumi, tampak berjalan tenang sesosok iblis menuju rumah Tuhan. Iblis kemudian duduk di antara manusia-manusia yang juga hendak menghadap Sang Maha Pencipta. Tak lama kemudian, iblis pun segera menyampaikan maksud dan tujuannya datang menghadap.
Spoiler for PIC:


Wahai Tuhan, raja alam semesta yang menggenggam hati setiap mahluk. Aku tahu dan sangat faham bahwa Engkau mengetahui apa maksud kedatanganku, tapi perkenankan aku mengutarakannya pada-Mu. Aku adalah pemimpin para iblis di regional Indonesia. Aku kemari hendak melaporkan kemajuan dalam menepati janji kami dahulu pada-Mu yaitu menjerumuskan manusia ke dalam neraka jahanam untuk mendampingi kami yang kelak akan kekal disana.

Aku berterima kasih pada-Mu karena menempatkan aku di Indonesia, sebuah negeri beroktan tinggi yang masyarakatnya sangat mudah dihasut , dijerumuskan, dan disesatkan. Sebuah tempat heterogen, multi etnis, yang berpotensi besar menjadi biang konflik dalam berbagai hal. Tempat inilah surgaku sebelum aku menyambut siksamu kelak. Wahai Tuhan, ada beberapa hal yang aku akan laporkan pada-Mu, tentang prestasiku yang mungkin tidak dicapai oleh para iblis di belahan bumi lainnya. Iblis pun tersenyum.

Pertama, aku sudah berhasil memutuskan urat malu masyarakat Indonesia. Mereka sekarang sudah tidak malu lagi untuk melakukan berbagai kesalahan, baik kecil maupun besar. Jika di belahan bumi lain mereka yang melakukan kesalahan akan mundur dari jabatan/posisinya dan meminta maaf, maka di sini aku mampu membuat mereka bertahan dengan berbagai alasan. Bahkan, aku telah memberikan konsultasi gratis pada mereka agar mampu berargumen atas kesalahan dan gengsi meminta maaf.

Saat ini bangsa Indonesia tidak malu lagi menjadi bangsa peminta-minta. Dan ini terjadi di pelbagai lapisan dan elemen masyarakat. Engkau sangat tahu wahai Tuhan, pengemis berlimpah ruah disini, mulai dari pengemis kelas kakap sampai pengemis kelas teri, karena aku sudah tanamkan sifat malas dalam diri mereka.
Spoiler for PIC:


Kedua, wahai Tuhan, aku sudah mampu membuat bangsa ini menjadi bangsa lembek. Disetiap cobaan dan bencana yang Engkau datangkan, aku membuat mereka menyalahkan-Mu atas apa yang menimpa mereka. Kemudian, aku ekspos secara besar-besaran duka mereka agar mereka memiliki jiwa yang rapuh dan lemah. Akhirnya Tuhan, aku senang karena berhasil membuat mereka selalu menyalahkan-Mu atas berbagai keadaan yang ada pada diri, keluarga, maupun kelompoknya tanpa pernah mau berusaha bangkit dari keterpurukan.

Ketiga, wahai Tuhan, aku telah berhasil memisahkan kehidupan dunia mereka dan kehidupan spiritualnya. Ketika mereka berada di lingkungan kerja maka mereka berkata “Ini urusan dunia, jangan bicara spiritualitas”. Lalu, ketika bereka berada di lingkungan peribadatan maka mereka berkata “Jangan bicara masalah dunia yang kotor karena disini tempat beribadah yang suci”. (Haha… Iblis tertawa) Mereka lupa bahwa seluruh kehidupan mereka di dunia adalah dalam rangka ibadah kepada-Mu. Jadi mohon maaf Tuhan, jika di Indonesia ini banyak sekali orang yang mengaku beriman pada-Mu, namun korupsi dan berbagai macam tindak kejahatan lainnya semakin marak dari hari ke hari.

Keempat, aku sudah berhasil masuk ke setiap keluarga Indonesia. Tidakkah Engkau perhatikan bahwa angka perceraian dan perselingkuhan semakin tinggi saat ini? Aku berhasil menghasut para suami dan istri untuk tidak saling setia atau membuat mereka terlihat baik di depan pasangannya padahal berbuat curang dibelakangnya. Aku membuat para orang tua tidak mampu mendidik anak-anaknya untuk mengenal dan dekat pada-Mu.

Wahai Tuhan, lihatlah kasus Almira di Jawa Timur baru-baru ini. Seorang bayi perempuan berusia 18 bulan yang digigit bibirnya. Kemudian, ia dibunuh oleh ayahnya dengan cara disumpal menggunakan kain setelah sebelumnya diikat tangan kakinya menggunakan tali rafia. Semua itu hanya karena Almira menangis kelaparan disaat ibunya tengah menanak nasi. Aku sudah berhasil membuat para orang tua lebih kejam dan lebih hina dari semua mahluk-Mu bahkan binatang sekalipun.

Kelima, aku sudah buat mereka semakin materialistis, memandang segala sesuatu hanya dari sudut pandang materi. Lihatlah, wahai Tuhan, para hamba-Mu yang berkeliaran di muka bumi itu. Bagaimana cara mereka mendapatkan harta itu? Saling sikut, adu jotos, saling fitnah, dan tak jarang caci maki terlontar dari mulutnya. Adakah mereka santun menyambut rizki dari-Mu?

Lihatlah bagaimana para lelaki melihat wanita. Tak jarang, syahwat sesaat karena fisik lebih dikedepankan daripada hati. Lihatlah pula apa yang dicari oleh wanita dari seorang lelaki. Hehe… Wahai Tuhanku Yang Maha Lembut, begitu mudahnya aku menggelincirkan mereka karena Engkau ciptakan aku mampu memberi bisikan ke hati setiap manusia.

Keenam, di pemerintahan, aku beserta tim iblis lainnya berhasil membuat para pemimpin bangsa ini egois dengan lebih mementingkan kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok yang mendukung tujuannya. Aku buat mereka bisu disaat masyarakat perlu dukungan. Dan aku buat mereka tuli disaat terjadi pertikaian maupun pertentangan di tengah masyarakat.

Para tokoh bangsa dan agama pun sudah aku susupi dengan berbagai kepentingan politik sehingga masyarakat Indonesia sudah kehilangan panutan dan tempat bertanya. Aku buat para pemimpin dan tokoh tak mau diingatkan atau ditegur serta lupa diri dengan jabatan dan ilmu pengetahuannya. Sehingga mereka lupa bahwa mereka hanyalah hamba-Mu yang tak luput juga dari kesalahan.

Ini yang ke tujuh, wahai Tuhan. Aku berhasil mengaburkan segala hal tentang agama-Mu. Aku telah membuat nabi-nabi palsu diantara manusia serta membuat mereka serasa mendekat pada-Mu. Padahal, mereka semakin jauh dari-Mu. Aku bisa membuat manusia berteriak dengan lantang menyebut dan mengagungkan nama-Mu. Namun, mereka merusak dan menyakiti mahlukmu yang lainnya.

Aku bisa membuat manusia menyerukan ajaran-Mu dan disaat lain mereka sendiri yang melanggarnya. Akulah iblis, wahai Tuhan, yang telah membuat sifat manusia sama seperti sifatku. Yang merasuk ke hati manusia dan membuatnya busuk. Yang selalu mampu menggelincirkan hati manusia disetiap kebaikannya. Dan, akulah yang membuat keadaan Indonesia ini tidak tenang apalagi nyaman dengan berbagai pertikaian dan permasalahan sosialnya.

Wahai Tuhanku, Yang abadi dan tak pernah tidur. Dahulu, Engkau ciptakan aku dengan kemuliaan dan Engkau tempatkan aku lebih tinggi daripada malaikat. Engkau telah janjikan neraka padaku maka aku pastikan akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya anak cucu Adam untuk menemaniku. Aku memang belum 100% berhasil karena ternyata masih banyak juga yang sangat sulit aku kendalikan. Oleh karenanya, aku akan teruskan teror di muka bumi dan tak akan pernah peduli akan kapan datangnya hari pembalasan. Toh, aku telah tahu kemana kelak kembaliku. (Iblis tersenyum). Akhir kata, wahai Tuhan. Aku membawa sesuatu ke rumahmu, sebuah hadiah yang sedang dibawa oleh kurirku. Engkau sudah tahu hadiah apa itu Tuhan.

Tepat setelah kutbah Jum’at selesai dan imam membaca takbiratul ikhram, bom meledak. Paku terlontar ke berbagai arah di dalam masjid Adz-Dzikra Mapolresta Cirebon, Jawa Barat pada 15 April 2011. Kurir iblis yang membawa bom meninggal seketika dengan perut hancur terburai namun wajahnya masih utuh sehingga mudah dikenali. Tak ada korban meninggal lainnya disana selain yang menderita luka-luka.
Spoiler for PIC:


Iblis pun pergi dari rumah Tuhan dengan tertawa dan meninggalkan kurirnya yang terkapar sendirian di dalam masjid. Sementara, manusia lainnya sibuk berhamburan keluar guna menyelamatkan diri atau rekan-rekan lainnya.

4 Hal Sederhana Untuk Menjaga Motivasi Sehari-hari


1. Siapa Teman Agan?
Bukannya TS menganjurkan agan untuk milih-milih teman, tapi ini bener gan.. Lihat temen-temen agan, apakah orangnya pada suka mengeluh? Atau selalu energik dan bersemangat? Yang ane rasakan, semangat/keluhan itu kaya penyakit gan, bisa menular kalo kita gak hati-hati. Berada di lingkungan yang selalu mengeluh dengan keadaan, mengeluh dengan kekurangan secara tidak sadar akan membuat pola pikir mengeluh melekat di benak kita gan..

Kalo ane saranin, sering-seringlah ngobrol dengan orang yang penuh semangat, positive thinking, optimis, n pantang menyerah gan agar kita bisa ketularan darinya. Kalo memang agan gak bisa menemukan orang seperti ini, saatnya agan sendiri yang beraksi. Tularkan semangat agan untuk teman agan yang lagi down.


2. Film Apa Yang Agan Tonton?
Terkadang, kalo ane lagi ada masalah, atau lagi bad mood, cara ini termasuk jitu gan. Kalo lagi down, ane nonton film inspiratif karya anak bangsa yang bisa ngasi semangat kaya "Laskar Pelangi" atau "Sang Pemimpi"...
Ane juga nonton film lucu, gokil, sekaligus menciptakan semangat kaya "Kungfu Panda", juga film-film Kartun Disney yang banyak ngasi inspirasi gan kaya "Cars", "Rattatouille", and masih banyak lainnya gan.. Sebut aja "3 Idiot", "My Name is Khan", "Transformer".

Tentu agan inget kan beberapa quotes dari beberapa film :
Quote:
1.Anyone can cook - Chef Guestau - Rattatouille.
2.Yesterday is History, Tomorrow is Mystery, and Today is a Gift.. That's why it's called present (hadiah) - Master Oggway - Kungfu Panda.
3. There's no secret ingredient, what make it special, just by believe that it is special.. Poo's father - Kungfu Panda.
4. No sacrifice, no victory - Transformer.
5. Bukan masalah seberapa besar mimpi kita, tapi seberapa besar kita buat mimpi itu - Arai - Sang Pemimpi.
Jadi, tontonlah film-film yang bisa memberi inspirasi lewat adegan dan kata-kata gan.. Jangan kebanyakan nonton film-film yang mengundang air mata aja tanpa ada hikmah yang bermanfaat. Nangis pas nonton di tengah adegan film boleh-boleh aja, yang penting diakhir ada sesuatu yang bisa membangkitkan semangat lagi.. Paling tidak bisa membuat kita senyam senyum penuh semangat pas ngeliat credit title film (alias filmnya kelar) gan...

3. Buku Apa Yang Agan Baca?
Kalo di kaskus mungkin pertanyaannya diubah menjadi "Thread apa yang agan baca?". Nah, biasanya pola pikir kita itu mengikuti apa yang biasa kita baca gan. Kalo agan buka nya thread BB, atau thread yang isinya hujat-hujatan, inspirasi apa yang agan dapatkan? Ane saranin agan banyak membaca tulisan yang bermanfaat, apakah itu tentang ilmu pengetahuan, self motivation, kisah-kisah inspiratif (ini banyak nih di kaskus). Sekali-kali jalan ke toko buku trus beli dan baca buku tentang motivasi gan. Serious, it's work..

Masalahnya penyakit mayoritas orang di Indonesia adalah malas membaca. Kalo baca koran misalnya, orang akan cenderung lebih dahulu membaca berita pemerkosaan daripada berita prestasi pelajar Indonesia. Mulai sekarang, perbaiki kualitas bacaan kita gan.. Semangat juga dapat diciptakan lewat membaca... Biasanya ini lebih mengena gan, karena dengan membaca kita akan berfikir gan.. Ane rekomendasi buku dengan judul "Born to Fight - MC Maryati", "Small is Powerful - M.Suyanto", "Setengah isi, Setengah kosong - ane lupa penulisnya".


4. Lagu Apa Yang Agan Dengar?
Mayoritas manusia pasti seneng dengan yang namanya musik gan.. Ane juga punya musik favorit.. Dari yang ane rasakan, mood kita selama seharian bisa dipengaruhi dari lagu yang kita dengarkan di pagi hari gan... Sebelum agan berangkat kerja, kuliah, sekolah atau aktifitas apapun, sempetin buat dengerin lagu yang ngasi semangat di pagi hari gan.. Pagi-pagi jangan dengerin lagu yang alay dan banyak mengandung lirik-lirik pesimis seperti "Aku lemah tanpamu, kasih..", "aku pasti takkan bisa hidup tanpamu" dan sejenisnya.. Dengarkan lagu yang berirama riang/ngebeat dan berisi lirik-lirik optimis dan ceria seperti Move Along - All American Rejects, Sang Pemimpi - Gigi, Theme Songnya iklan Mizone (ane lupa judulnya) dan lain-lain gan, banyak banget pilihannya..

INSPIRASI TAMBAHAN:

1.Hidup itu pilihan... Mau jadi pecundang dan ditertawakan masalah.. Atau jadi pemenang dan mentertawakan masalah...

2.Cara orang melihat hidup terkadang bagaikan saat berada di dalam bis.. Yang duduk di sebelah kiri berfikir sepertinya di sebelah kanan lebih nyaman.. Yang sebelah kanan berfikir sepertinya lebih enak duduk di sebelah kiri... Padahal kenyamanan itu ada di fikiran.. Nikmatilah hidupmu.. Jangan sekali-kali mencoba menikmati hidup orang lain...

3.Dalam memilih pasangan hidupmu, jangan lihat dari mana ia berasal, tapi lihat ke mana ia akan menuju..

4.Andaikan aku terpaksa jadi penyapu jalan pun, aku akan menjadi penyapu jalan yang baik.. Jadi apapun dirimu, jadilah yang terbaik dari dirimu...

5.Sekali lagi, hidup ini pilihan.. Setiap pilihan, harus ada yg dikorbankan.. Yang berat bukan kemana kau akan menuju, tapi apa yg ditinggalkan..

6.Masalah datang dan pergi.. Ketika dia hinggap, hidup ini akan terasa berat, tetapi ketika ia pergi, hidup ini akan terasa lebih ringan, bahkan lebih ringan dibanding yang sebelum-sebelumnya. Dan satu harta berharga yang ia tinggalkan disebut "PENGALAMAN"

7.Orang-orang berkata, janganlah berharap terlalu banyak.. Tapi kadang kita harus berharap yang banyak.. Ketika satu harapan sirna,, kau masih akan punya harapan lain yang tersisa..

8.Setiap masalah pasti punya solusi... Jika tidak ada solusi, kemungkinan besar yang Anda hadapi bukanlah masalah...

9.Dalam setiap pilihan, akan ada perubahan.. Di dalam perubahan, akan ada pengorbanan.. Di dalam pengorbanan, akan ada kemenangan,, yaitu kemenangan hati...

10.Sahabat adalah dia yang mengerti masa lalu mu, yakin dengan masa depan mu, dan menerima mu apa adanya hari ini..

11.Saat aku bercermin di pagi hari,, cerminku memantulkan wajah calon orang sukses.. Wajah yang optimis.. Wajah sang pemenang.. Apakah cerminmu memantulkan hal yang sama?










Mengatakan Tidak

SHUTTERSTOCK
Banyak di antara kita hidup sebagai sosok yang terbelenggu untuk selalu mengatakan ”ya”, padahal dalam hati kita sebenarnya ingin sekali mengatakan ”tidak”, baik untuk kepentingan diri kita sendiri maupun untuk kepentingan orang yang cenderung bergantung pada kita. Apalagi, kita berpikir bahwa ketergantungan pada kita, justru membuat orang tertentu tidak mandiri, tidak berkembang karena selalu kita berikan pertolongan padanya dan dengan mudah pula, dirinya mengulang dan mengulang minta tolong pada kita.
”Ibu, saya adalah kakak dari seorang adik laki-laki (H) yang sudah berumur 36 tahun, kami dua bersaudara dan kedua orangtua kami sudah sekitar 7 tahun yang lalu meninggal dunia selang beberapa bulan. Saat orangtua meninggal dunia, H sudah sarjana dan saya sendiri juga sudah berkeluarga dengan 2 anak. H sebenarnya cukup sukses dalam karier, saya rasa gajinya bahkan berlebih untuk hidupnya sendiri, tapi H belum bermaksud berumah tangga, H tinggal di kota J dan menyewa satu paviliun di daerah elite di J.
Tadinya, H hidup mandiri bahkan saat kedua orangtua saya masih hidup, H sanggup mengirim uang setiap bulan untuk menunjang kehidupan orangtua. Memang saat orangtua hanya berselang beberapa bulan meninggal dunia karena penyakit yang mereka derita, H tampak terpukul, hingga beberapa bulan terserang depresi, seolah gairah hidupnya sirna.
Syukurlah dengan berobat kepada seorang psikiater di J, akhirnya H pulih kembali dan bekerja seperti biasa. Namun apa yang terjadi, H menjadi seorang pengeluh, kalau mengeluh sampai hampir setengah jam menelepon saya. Tadinya karena saya kasihan, selalu saya tanggapi dan dengarkan sambil memberinya nasihat-nasihat agar H tidak sedih, seberapa lama pun H menelepon. Namun, lama-kelamaan setiap telepon, ujungnya selalu meminta saya meminjamkan uang untuk satu kegiatan. Kalau saya tanya untuk apa, H tidak mau menjelaskan secara rinci.
Saya tidak berani menolak keinginannya karena saya takut H terserang depresi lagi. Saya perhatikan jeda waktu menelepon dengan keluhan bertubi, baik dari kantor tempatnya bekerja maupun dari kehidupan kesehariannya semakin singkat, bahkan dalam beberapa kali terakhir ini, setiap sekitar 15 hari, H menelepon, mengeluh dan minta dikirimi uang, dengan janji akan dikembalikan beberapa minggu lagi. Namun, hingga saat ini H belum pernah mengembalikan uang saya.
Sementara saya sendiri masih banyak kebutuhan karena kedua anak saya sudah menjelang remaja. Dalam masalah H ini, memang saya tidak terbuka pada suami karena saya juga bekerja dan saya tidak mengganggu uang suami. Bu, apa yang harus saya lakukan, saya jenuh dan kesal, tapi tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi perilaku H ini. ”
K (40 tahun) Belajar untuk tidak selalu berperan sebagai penolong
Dari analisa persoalan yang dihadapi K, kita belajar bahwa tampaknya K khawatir hubungan dengan adiknya rusak bila dirinya tidak menanggapi keluhan H. Namun, saat ini justru K merasa pertolongan yang diberikan pada H menjadi sangat berlebihan sehingga membuat H akhirnya menjadi sangat manipulatif memanfaatkan kebaikannya.
Memang, menjaga relasi tetap baik dengan siapa pun tidak mudah, namun bila jenis relasi yang terbina justru membelenggunya, berarti K harus melakukan sesuatu. Untuk itu, K harus menutup pola relasi yang selama ini telah terbina dengan H, dengan cara menghentikan pertolongan berlanjut. Apa yang harus dikatakan saat H meneleponnya adalah:
”Saya tahu saat ini saya tidak bisa menolong kamu lagi, saya hanya ingin tahu apa yang saat ini kamu kerjakan dan membuat dirimu tahu bahwa saya memberikan perhatian padamu.”
Tentu saja perubahan pola relasi secara tiba-tiba akan mengganggu perasaan keduanya, tetapi kondisi ini harus diupayakan. K juga harus mengatakan bahwa dia terlampau sibuk untuk berlama-lama menanggapi keluhan H di telepon. Agar perubahan pola relasi tidak memberikan pengaruh yang buruk, hendaknya K pun mengajak H mengunjungi rumahnya di kota T, dengan mengatakan:
”Datanglah minggu depan, kita makan bersama keluargaku, kamu bisa ketemu dan bercanda dengan keponakan-keponakanmu, ya.”
Dengan ajakan ini, K menanamkan pengertian bahwa perubahan pola relasi tidak berarti memutuskan hubungan silaturahim dengan keluarga. Memang sulit juga menjalin pola relasi baru dalam situasi ini, tetapi K harus menguatkan hatinya. Untuk kemudian di saat yang tepat, menyatakan bahwa, ”Terus terang saya sendiri saat ini banyak keperluan, sehingga tidak mungkin lagi meminjamkan uang padamu.”
Melalui kalimat ini, K mengomunikasikan bahwa persoalan dalam hidup tidak hanya dihadapi oleh H seorang. Bahwa setiap orang memang harus mencoba mengatasi persoalan dalam kehidupannya.
Reaksi kontra
Pasti ada reaksi kontra, baik dari diri K maupun H. K akan merasa dirinya sebagai sosok kakak yang tidak bertanggung jawab terhadap adiknya dan H akan berupaya merengek dengan mengatakan bahwa tega betul kakaknya, tidak mau membayarkan sewa paviliun, ”aku akan tinggal di mana, kalau terusir dari kontrakan ini karena belum terbayar?” dan sebagainya, dan sebagainya.
Situasi ini akan membuat seseorang masuk dalam situasi dilematis, yang sangat berat, dalam hal ini, terutama bagi K. Apakah akan menolong kembali adiknya, membayarkan uang kontrakan bagi adiknya, yang otomatis akan membuat mereka kembali pada pola relasi lama (K menolong H dan H selalu mendapat pertolongan dari K).
Bila sampai pada situasi ini, tentu saja, K harus menguatkan diri dengan terus-menerus hanya memberikan dukungan emosional serta kontak berlanjut pada H. Sampai akhirnya, baik K maupun H menyadari akan kenyataan ungkapan sebagai berikut, ”Siapa yang bertanggung jawab terhadap apa”.

Apakah Kebahagiaan Sejati Itu?


Saya masih ingat kunjungan-kunjungan ke rumah nenek saya waktu masih kecil. Saya biasa tidur di kamarnya yang mungil, di tempat tidur yang dialasi seprai berbau harum. Di meja makannya selalu tersedia makan kesukaan saya yang mengundang selera. Nasi yang saya makan dirumah nenek selalu lebih enak dari nasi yang ada di rumah kami.
Penampilan nenek saya juga selalu memukau. Dengan rambut yang terisir rapi dan senantiasa dicat hitam setiap kali mulai memutih. Pakaian model terbaru yang membungkus tubuhnya yang ramping pantas membuat iri para anak muda. Dan tentunya bau semerbak dari parfumnya selalu menarik saya untuk selalu dekat dengan tubuhnya.
Bukan cuman hal-hal fisik itu saja yang membuat saya kagum, tapi sikapnya yang selalu bersukacita dan mengucap syukur, seakan-akan telah terjadi mujizat setiap hari. Dalam bayangan kanak-kanak saya, nenek saya adalah seorang yang kaya dan berkecukupan.
Setelah beranjak remaja (atau mungkin dewasa, saya lupa tepatnya), barulah saya menyadari bahwa nenek saya adalah seorang janda miskin, -ini kalau dibandingkan dengan orang-orang di lingkungannya-.
Mengapa saya tidak pernah menyadari kenyataan itu waktu saya masih kecil?
Mata kanak-kanak saya yang masih polos dan belum dipengaruhi oleh prinsip-prinsip materialisme dan konsumerisme sama sekali tida bisa membedakan ukuran kaya dan miskin dari sudut materi. Bagi saya, orang yang berbahagia adalah orang yang kaya.
Tidak lagi sekarang, setelah lingkungan memaksa saya untuk mengerti tentang prinsip ekonomi. Apalagi setelah lulus dari fakultas ekonomi, seluruh pelajaran yang saya ingat selama empat tahun berkuliah dapat disimpulkan dalam satu kalimat: “Kepuasan manusia tidak ada batasnya”.
Saya membaca majalah dan melihat cantik serta tampannya para model yang sedang memperagakan pakaian bermerk. Tidak heran waktu remaja, saya hanya ingin memakai baju yang bermerk ke sekolah. Rasanya ketinggalan kalau di badan kita tidak menempel merk yang dikenal orang.
Saya menonton TV yang menayangkan sinetron yang para bintangnya tinggal di rumah megah dan mengendarai mobil mewah. Meskipun selalu ada gadis yang miskin dan kurang beruntung namun pada akhirnya seorang pangeran kaya raya akan mempersunting dirinya untuk menjadi permaisuri. Cerita ala Cinderela ini telah begitu merasuk banyak gadis muda yang menghayalkan tentang pangeran imipian yang menikahinya, tinggal disebuah istana megah dan hidup bahagia selama-lamanya.
Saya pergi ke gereja dan juga menerima pengajaran bahwa Tuhan menginginkan semua manusia hidup kaya dan sehat senantiasa. Ditambahkan lagi, bahwa pada perinsipnya semakin banyak kita memberi maka akan semakin banyak berkat yang akan kita terima. Banyak orang yang tiba-tiba menjadi dermawan dengan harapan pemberian mereka menjadi investasi yang akan memberikan keuntungan melimpah.
Tanpa disadari, bahwa pandangan kanak-kanak saya yang polos tentang arti kebahagiaan itu telah berevolusi. Disinilah awal mula saya memandang nenek saya  sebagai janda malang yang tidak memiliki apa-apa. Saya mulai mengigini apa yang juga dikerjar oleh mayoritas manusia dimuka bumi : uang! Ada salah kaprah besar yang mengganti paradigma saya selama ini : materi = kebahagiaan.
Saya merasa tertipu karena ternyata paradigma itu menyesatkan. Uang, harta benda, materi bukanlah sumber kepuasan. Kekayaan bukan alasan untuk menjadi lebih bahagia. Tanyakan itu pada anak-anak yang belum dikotori oleh agama materialisme itu, mereka tidak memiliki apa-apa namun mereka adalah makhluk yang paling bersukacita di muka bumi ini. Mereka melompat gembira untuk sepotong permen dan tertawa senang ketika diberi kesempatan untuk bermain lumpur di luar rumah. Mereka berbahagia hanya oleh hal-hal yang sederhana dan berterima kasih untuk hal yang kita anggap sepele. Saya sering bangga ketika anak saya berkata “Thank you Mummy” setelah dibuatkan segelas susu coklat, yang kemudian akan dilanjutnya dengan “I love you Mummy, so much!”
Perlu waktu berthaun-tahun untuk mengisi kepolosan pandangan kanak-kanak saya dengan paham materialisme dan saat ini perlu waktu yang panjang pula untuk membersihkan pikiran saya dari apa yang telah saya terima dari dunia tersebut.
Namun, saya bersyukur sebagai wanita biasa, akhirnya sadar sebelum terlambat. Bukan di rumah penantian atau di tempat tidur kematian, hikmat itu datang. Tidak perlu ada penyesalan karena pengertian tentang kehidupan datang menerpa. Saat ini apa yang terpenting bagi saya adalah mengejar sesuatu yang lebih berharga dari harta benda, dialah HIKMAT. Amsal berkata, “Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya”
Saya juga bersyukur karena mengenal sumber dari hikmat tersebut dan hidup di dalamnya sejak waktu saya masih sangat muda. “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan”. Takut akan Tuhan ini yang telah menghindarkan saya dari banyak malapetaka yang akan membuat penyesalan seumur hidup. Takut akan Tuhan yang telah menyadarkan saya dari kebodohan-kebodahan yang membelenggu. Hikmat yang timbul darinya akhirnya mengembalikan kita pada kenyataan, pada esensi kehidupan. Hidup sesuai dengan rancangan Ilahi, menurut saya itulah kebahagiaan sejati.

Ada Nikmat di Balik Macetnya Jakarta

Jakarta adalah kota yang lumpuh setiap pagi hari dan sore hari, ya itulah pendapat saya. Di balik megahnya istana negara, eksostisnya museum fatahilah dan pentingnya gedung Bank Indonesia, Jakarta juga menyimpan jutaan amarah dari merahnya lampu merah walaupun sudah pindah ke lampu hijau.

…………………………………………………………………………………………………………………………………… …………..

Oooo….jelas sangat marah para pengguna jalan tersebut, walaupun Traffic Light lampunya berubah ke hijau namun para pengguna jalan tersebut tetap merasakan kerasnya jeruji lampu merah. Tapi bukankah ini hal biasa? Rasanya juga sudah bosan jika terus-menerus membahas tentang lumpuhnya kota Jakarta setiap pagi hari dan sore hari. Jutaan solusi juga sudah dicanangkan oleh Om Foke yang katanya si jago menata kota dan hasilnya sama saja, Jakarta tetap kota yang lumpuh bagai kakek tua yang dihajar habis-habisan oleh sekelompok anak muda. Akhirnya nikmati saja musibah kemacetan yang melanda.

Kenyataannya memang ini opini yang bodoh jika dikatakan nikmatilah kemacetan. Maka akan timbul pertanyaan, apa yang bisa dinikmati dari kemacetan? Jawabannya ya kebodohan itu yang bisa dinikmati, namun sayang seribu sayang kenikmatan ini tidak bisa dinikmati oleh orang mapan. Kenikmatan ini sangat segemented, hanya untuk anak jalanan, pedagang kecil dan pengangguran.

Anak jalanan dapat menikmati dan memanfaatkan kemacetan ini dengan ngamen bersama teman-temannya dari bis yang satu ke bis yang lainnya. Ternyata lumayan, ada berkah di balik kemacetan bagi mereka, bernyanyi dua buah atau tiga buah lagu, dalam setiap bis nya bisa saja menghasilkan uang Rp. 5.000 yang nantinya bisa digunakan untuk makan dan keperluan lainnya.

Kenikmatan yang dirasakan pedagang kecil berbeda lagi dari anak jalanan. Mereka bisa menawarkan barang dagangannya dengan mudah tanpa harus berlari-lari mengejar bis atau menghentikan laju kendaraan yang memang berbahaya jika dilakukan. Jelas barang dagangan mereka akan lebih laku keras ketika macet dibanding lancar. Karena kemungkinan besar para pengguna jalan atau penumpang bis membutuhkan suplai lebih banyak kertas tissu untuk menghapus keringat, permen untuk menghilangkan jenuh dan rokok sebagai relaksasi.

Ada juga kenikmatan untuk tipe masyarakat kelas pengangguran. Memang secara finansial mereka tidak mendapatkan apa-apa dari kemacetan ini. Namun secara psikologis mereka sangat diuntungkan. Mereka bisa mendapat hiburan gratis dengan duduk di halte sambil menonton lucu nya orang-orang berdasi dengan mobilnya yang mewah dan ijazah S1 atau lebih tinggi sedang marah-marah akibat jebakannya sendiri sambil berteriak, “WOY TOLOL!!! JALAN DONG!!!.”.

Lalu para pengaguran itu saling bercengkrama, “Orang tolol kok teriak tolol. Kan mereka sendiri yang bikin macet. Lihat saja, satu mobil isinya satu orang.”.

Lalu yang lainnya menjawab, “Itu namanya kena jebakan sendiri bos, hehehe.”.

Dan yang lainnya ikut nyeletuk, “Ternyata ijazah S1 nya gak bisa ngebebasin mereka dari kemacetan boss, mendingan kita gak pernah sekolah tapi gak pernah kena macet,hehehehe.”.


Thursday, 21 April 2011

Tahukah kamu



Tahukah kamu kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?


Tahukah kamu kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain,
adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?


Tahukah kamu kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah
Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku.


Tahukah kamu kalau orang yang suka berpakaian warna merah
lebih yakin kepada dirinya sendiri?


Tahukah kamu kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah
orang yang menikmati kecantikannya sendiri.


Tahukah kamu kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah
orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertianmu?
pertolongan tersebut dikembalikan dua kali lipat?


Tahukah kamu bahwa lebih mudah mengatakan perasaanmu dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?
Tapi tahukah kamu bahwa hal tsb akan lebih bernilai
saat kamu mengatakannya dihadapan orang tsb?


Tahukah kamu kalau kamu memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan tsb akan dikabulkan?


Tahukah kamu bahwa kamu bisa mewujudkan impian,
jika kamu memintanya dengan keyakinan, dan jika kamu benar2 tahu,
kamu akan terkejut dengan apa yang bisa kamu lakukan.
tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum kamu mencobanya sendiri.


Jika kamu tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu dan kamu tahu kamu bisa menolongnya,
kamu akan melihat bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat.
Hari ini, bola PERSAHABATAN ada dilapanganmu,
kirim ini kepada orang yang benar2 sahabat kamu (termasuk saya jika saya juga sahabat kamu).


Namun, jangan merasa kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepadamu,
kamu akan mengetahui bahwa kamu akan tetap menjaga bola untuk orang lainnya ..









Peringatan tanggal 21 April (Hari Kartini)

Sejarah Singkat Hari Kartini Gan.


Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.


Sejarah Hari Kartini

Siapa sebenarnya R.A Kartini? Berikut ini saya kutipkan secara singkat beliau dari Wikipedia. Selamat membaca :

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Sosroningrat, bupati Jepara. Beliau putri R.M. Sosroningrat dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Kala itu poligami adalah suatu hal yang biasa. Kartini lahir dari keluarga ningrat Jawa. Ayahnya, R.M.A.A Sosroningrat, pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Teluwakur, Jepara. Peraturan Kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Ajeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkimpoian itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Beliau adalah keturunan keluarga yang cerdas. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.

Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, dimana kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah. Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.








 

menghibur diri dr kelelahan dunia,topmargotop(++ mata berkedip, jantung serrrr)

"Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah do'a. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan do'amu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)


"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"(Q.S.Al-Hashr:18)

Wednesday, 20 April 2011

Mengatasi Anak Pemarah

detikHealth
Jakarta, Jika anak sedang emosi atau marah biasanya dilampiaskan dengan cara membanting pintu, melempar sesuatu, menendang meja, mengacaukan segala hal dan berteriak-teriak penuh kemarahan.
Rasa marah bisa timbul akibat banyak sebab, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Terkadang orangtua ikut kesal jika anak selalu bertindak marah-marah.
Bagaimana cara mengatasi anak yang suka marah?
Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. yaitu:
Seorang anak memiliki kengintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini biasanya membuat ia kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang diungkapkan dengan marah-marah.
Kemauan dan keinginannya untuk cepat menjadi besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orangtua sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.
Sifat anak yang pemarah bisa menjadi masalah bagi ibu dan anak. Karena itu orangtua perlu memaklumi sifat anaknya tersebut. Seperti dikutip dari The baby Book karangan William dan Martha Sears, Jumat (19/3/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah, yaitu:
1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah. Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, seperti lapar, bosan, suasana lingkungan yang tidak mendukung atau lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.
2. Memberikan contoh sikap tenang padanya. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya. Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar.
3. Ketahui siapa yang sedang marah. Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali.
4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum. Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk menggendong dan membawanya ke tempat yang lebih sepi.
5. Memeluk dan merangkulnya erat seperti pelukan gaya beruang. Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah.
6. Menahan diri adalah terapi yang baik. Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah.

asli sedih ni cerita...

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

MOGA THREAD PERTAMA ANE NGAK REPOST..AMIEN..
CERITANYA GINI..

"SEORANG IBU TERDUDUK DI KURSI RODANYA,SUATU SORE DI TEPI DANAU,,DITEMANI ANAKNYA YANG UDAH MAPAN DAN BERKELUARGA..

"SI IBU BERTANYA,"ITU BURUNG APA YANG BERIDIR DISANA NAK??"
"BANGAU MAMA,,ANAKNYA MENJAWAB DENGAN SOPAN."

"TAK LAMA KEMUDIAN SI MAMA BERTANYA LAGI.."
"ITU YANG WARNA PUTIH BURUNG APA??"

"SEDIKIT KESAL ANAKNYA MNJAWAB "YA BANGAU MAMA??..."

"KEMUDIAN IBU NYA KEMBALI BERTANYA..
"LANTAS ITU BURUNG APA??"IBUNYA MENUNJUK BURUNG TADI YANG SEDANG TERBANG..
DENGAN NADA KESAL SI ANAK MENJAWAB "YA BANGAU MAMA KAN SAMA SAJA !!!!!"EMANGNYA MAMA NGAK LIAT DIA TERBANG..!!"

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan.."Dulu 26tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali..
sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali,,tapi kau membentak 2 kali.."
"Si anak terdiam..dan memeluk mamanya..."


MOGA KISAH INI BERKENAN DI HATI AGAN/AGANWATI SEKALIAN...