RIEKE DYAH PITALOKA/IST |
"Saya gak tahu itu NII atau bukan. Tapi itu terjadi ketika saya mahasiswa waktu S1 dulu," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Senin siang, 9/5)
Menurut anggota pansus RUU BPJS ini, kejadian tersebut berawal ketika ia diajak teman sekelas ikut mengajak pengajian. "Waktu itu yang mereka sampaikan tentang ketidakadilan, kemiskinan, pembodohan, juga ada penindasan di republik ini yang harus kita lawan terus," katanya lagi.
Rieke juga melanjutkan, pada titik itu dirinya setuju, namun saat mengajak membuat negara baru, dirinya langsung menolak hingga akhirnya memutuskan berjuang lewat jalan partai.
"Menurut saya, jika mau menghadapi persoalan ini, jalankan saja Pancasila dan UUD 1945. Jangan hanya sekedar jargon, jalankan ciptakan kesejahteraan sosial, salah satunya jalankan jaminan sosial dan sahkan BPJS," pungkasnya sembari tersenyum. [arp]
No comments:
Post a Comment