tnpa babibu lg,lgsg j..
Masih ingat video marah-marahnya Hitler karena karyawannya banyak yang tidak produktif, main Internet sambil kerja? Meskipun pihak HRD dan manajemen perusahaan banyak yang mendukung pendapat Hitler, ternyata ada juga fakta bahwa Internetan tidak serta mengurangi produktivitas kerja. Bahkan, perusahaan bisa mengambil keuntungan dari aktifnya karyawan di Internet.
Sebagaimana dikutip dari PortalHR.com, Nukman Luthfie, seorang konsultan dan pakar strategi online mengatakan, "Membatasi akses karyawan kepada situs jejaring sosial sebaiknya tidak dilakukan," tegas Nukman. Sebab, pada sisi lain, aktivitas karyawan di situs jejaring sosial juga dapat memberikan nilai positif bagi perusahaan. Karyawan dapat menjadi duta-duta atau juru bicara perusahaan di situs jejaring sosial tersebut.
Lembaga riset independen Demos menyampaikan hasil penelitiannya, bahwa dengan memanfaatkan situs jejaring sosial, karyawan dapat membangun jaringan pertemanan ( networking ) dan lebih dekat dengan kolega dan pelanggan. Ini bisa membantu perusahaan.
Selain itu, bermain Internet ternyata dapat mengurangi stres dalam bekerja. Sepuluh menit e-break di sore hari, dengan membiarkan karyawan mengakses situs-situs jejaring sosial, sangat berarti untuk membuat pikiran karyawan segar kembali. Psikolog dari Goldsmiths University, Dr Chamorro-Premuzic melakukan percobaan tentang e-break . Hasilnya, tingkat produktivitas karyawan pada perusahaan yang bosnya mendorong 10 menit e-break secara keseluruhan meningkat.
"Dengan memberikan e-break, perusahaan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang saling-mempercayai, memacu produktivitas dan pada gilirannya meningkatkan profit yang membuat bisnis menjadi semakin cerah," ungkap Dr Chamorro-Premuzic seperti dikutip dari PortalHR.com.
Ternyata, penggunaan Internet di kantor saat jam kerja tidak serta merta menurunkan tingkat produktivitas kerja. Hal paling penting yang harus dilakukan oleh perusahaan bukan asal blokir situs, melainkan memberikan aturan yang jelas. Di sisi lain, karyawan juga harus mengikuti koridor yang telah ditetapkan perusahaan, tidak berlebihan saat mengakses Internet, dan tetap produktif bekerja. Pada akhirnya, perusahaan dan karyawan juga yang akan sama-sama diuntungkan dengan aktifnya karyawan di Internet.
Andai setiap perusahaan bgitu y gan.
bkal gk bosan dech krja.
Sumber : detik..com
Masih ingat video marah-marahnya Hitler karena karyawannya banyak yang tidak produktif, main Internet sambil kerja? Meskipun pihak HRD dan manajemen perusahaan banyak yang mendukung pendapat Hitler, ternyata ada juga fakta bahwa Internetan tidak serta mengurangi produktivitas kerja. Bahkan, perusahaan bisa mengambil keuntungan dari aktifnya karyawan di Internet.
Sebagaimana dikutip dari PortalHR.com, Nukman Luthfie, seorang konsultan dan pakar strategi online mengatakan, "Membatasi akses karyawan kepada situs jejaring sosial sebaiknya tidak dilakukan," tegas Nukman. Sebab, pada sisi lain, aktivitas karyawan di situs jejaring sosial juga dapat memberikan nilai positif bagi perusahaan. Karyawan dapat menjadi duta-duta atau juru bicara perusahaan di situs jejaring sosial tersebut.
Lembaga riset independen Demos menyampaikan hasil penelitiannya, bahwa dengan memanfaatkan situs jejaring sosial, karyawan dapat membangun jaringan pertemanan ( networking ) dan lebih dekat dengan kolega dan pelanggan. Ini bisa membantu perusahaan.
Selain itu, bermain Internet ternyata dapat mengurangi stres dalam bekerja. Sepuluh menit e-break di sore hari, dengan membiarkan karyawan mengakses situs-situs jejaring sosial, sangat berarti untuk membuat pikiran karyawan segar kembali. Psikolog dari Goldsmiths University, Dr Chamorro-Premuzic melakukan percobaan tentang e-break . Hasilnya, tingkat produktivitas karyawan pada perusahaan yang bosnya mendorong 10 menit e-break secara keseluruhan meningkat.
"Dengan memberikan e-break, perusahaan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang saling-mempercayai, memacu produktivitas dan pada gilirannya meningkatkan profit yang membuat bisnis menjadi semakin cerah," ungkap Dr Chamorro-Premuzic seperti dikutip dari PortalHR.com.
Ternyata, penggunaan Internet di kantor saat jam kerja tidak serta merta menurunkan tingkat produktivitas kerja. Hal paling penting yang harus dilakukan oleh perusahaan bukan asal blokir situs, melainkan memberikan aturan yang jelas. Di sisi lain, karyawan juga harus mengikuti koridor yang telah ditetapkan perusahaan, tidak berlebihan saat mengakses Internet, dan tetap produktif bekerja. Pada akhirnya, perusahaan dan karyawan juga yang akan sama-sama diuntungkan dengan aktifnya karyawan di Internet.
Andai setiap perusahaan bgitu y gan.
bkal gk bosan dech krja.
Sumber : detik..com
No comments:
Post a Comment