Friday, 27 May 2011

Kisah seekor kupu-kupu



Di sebuah kota kecil yang tenang & indah, ada sepasang pria & wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja.

Setiap orang yang bertemu dengan mereka tdk bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum & doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain
Namun pd suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tdk sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang & dgn tiada henti memanggil2 kekasih yg tdk sadar sedikitpun.

Malamnya ia ke gereja kecil di kota tsb & tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering krn menangis sepanjang hari.

Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur spt dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi & lesu tdk terkira, namun ia tetap dgn susah payah bertahan & akhirnya pd suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yg setia & teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kpd wanita itu sebuah pengecualian kpd dirinya. Tuhan bertanya kpdnya "Apakah kamu benar2 bersedia menggunakan nyawamu sendiri utk menukarnya?" . Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab "Ya".

Tuhan berkata "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu hrs berjanji menjelma menjadi kupu2 selama 3 thn. Pertukaran spt ini apakah kamu juga bersedia?". Siwanita terharu setelah mendengarnya & dgn jawaban yg pasti menjawab "saya bersedia!".

Hari telah terang. Si wanita telah mjd seekor kupu2 yg indah. Ia mohon diri pd Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar2 telah siuman bahkan ia sedang berbicara dgn seorg dokter. Namun sayang, ia tdk dpt mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu.

Dgn di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dr jauh kekasihnya sendiri Bbrp hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tdk bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pd setiap org yg lewat, namun tdk ada yg tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana. Sang lelaki sepanjang hari tdk makan & istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kpdnya, begitu inginnya bertemu dgn sang kekasih, namun sang wanita yg telah berubah mjd kupu2 bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya ? hanya saja ia tdk bisa berteriak, tdk bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam2. Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yg sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu2 mau tdk mau hrs meninggalkan tempat tsb lalu terakhir kali ia terbang & hinggap di atas bahu sang lelaki.

Ia bermaksud menggunakan sayapnya yg kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yg kecil lembut mencium keningnya.

Namun tubuhnya yg kecil & lemah benar2 tdk boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yg sedih hanya dpt di dengar oleh kupu2 itu sendiri & mau tdk mau dgn berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yg jauh dgn membawa harapan.

Dlm sekejap telah tiba musim semi yg kedua, sang kupu2 dgn tdk sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yg lama di tinggalkannya.

Namun di samping bayangan yg tak asing lagi ternyata telah berdiri seorg wanita cantik. Dlm sekilas itu sang kupu2 nyaris jatuh dr angkasa. Ia benar2 tdk percaya dgn pemandangan di depan matanya sendiri.

Lebih tdk percaya lagi dgn omongan yg di bicarakan banyak org. Orang2 selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka & tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia spt dulu kala .

Sang kupu2 sangat sedih. Bbrp hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yg pernah di milikinya dahulu dlm sekejap tokoh utamanya telah berganti seorg wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tdk dpt berbuat apa2.

Musim panas tahun ini sgt panjang, sang kupu2 setiap hari terbang rendah dgn tersiksa & ia sudah tdk memiliki keberanian lagi utk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dgn wanita itu,ia & suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu2 telah terbang berlalu.

Bunga bersemi & layu. Bunga layu & bersemi lagi. Bagi seekor kupu2 waktu seolah2 hanya menandakan semua ini.

Musim panas pd tahun ketiga, sang kupu2 sudah tdk sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri.

Sama sekali tdk punya waktu memperhatikan seekor kupu2 yg hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Tiga tahun perjanjian Tuhan dgn sang kupu2 sudah akan segera berakhir & pd saat hari yg terakhir, kekasih si kupu2 melaksanakan pernikahan dgn wanita itu.

Dlm kapel kecil telah dipenuhi org2. Sang kupu2 secara diam2 masuk ke dalam & hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. Ia mendengarkan sang kekasih yg berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dgn mengatakan "saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dgn mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu2.

Dengan pedih hati Tuhan menarik napas "Apakah kamu menyesal?".

Sang kupu2 mengeringkan air matanya "Tidak".

Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan "Besok kamu sudah dpt kembali mjd dirimu sendiri".

Sang kupu2 menggeleng-gelengkan kepalanya "Biarkanlah aku menjadi kupu2 seumur hidup".

ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR.
ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA.
MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI,NAMUN MEMILIKI SESEORANG
MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA.

Renungan malam

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia tidur?
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika tidur, sudah tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah ke ibu anda. Hmm....kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh waktu kita bayi itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita, semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu....ayah, ibu, suami, istri, kakak, adik, anak, sahabat...semuanya orang - orang yang tercinta. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu...... Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah di lakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Allah SWT mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya, tanpa kata, tanpa suara dia berkata : " Betapa lelahnya aku hari ini" dan apa penyebab lelah itu ?.......juga untuk siapa dia berlelah-lelah ? Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang bekerja mengurus, mendidik anak-anak juga mengurus rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

**Renungan untuk kita semua...

Resapilah kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka nanti malam.....rasakan betapa kebahagian dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua...........
Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu tak membuka matanya..selamanya!"

(Semoga bermanfaat)

selayar.com

Fixing a Broken Heart


Quote:
Fixing a Broken Heart
Quote:
Quote:
Siapa sih di dunia ini yang ga pernah sakit hati?
Pasti semua pernah sakit hati termasuk agan-agan kaskuser semua (iya kannn? )

Biasanya kalo agan lagi sakit hati tuh ngapain sih? Saat-saat dimana kita lagi sakit hati terasa seperti saat-saat tersulit dalam hidup. Makan ga nafsu , tidur pun ga nyenyak , pokoknya mau gerak juga males dah.

Setiap hari berlalu dengan kebetean yg luar biasa (apa lagi kalo masih suka stalker social site punya mereka buat mantau ).

Tapi ga semuanya begitu juga kok.
Ada juga beberapa dari agan mungkin ada yg menghadapi saat-saat seperti itu melampiaskannya dengan banyak makan ato juga molor sepanjang hari. Bahkan hura-hura dengan temen-temen agan.
Tapi akhirnya sama aja apa yg agan lakuin ga baik untuk diri agan sendiri.

Jadi di sini TS mau share cara menghadapi saat-saat seperti itu menurut pengalaman TS.
Ada beberapa langkah yang bisa agan ikutin nih:
  1. Wake Up gan!!

    Bangun dari keterpurukan agan! Lah gimana bisa menyelesaikan persoalan kalo masih "molor"? Hadapi kenyataan bahwa apa yg lagi agan alami ini bukan mimpi, tapi bener-bener terjadi. Dan yang paling penting dari itu semua, bersiap-siaplah untuk menerima kenyataan yang paling pahit (klo suatu hari agan/sis ngeliat mantannya udah jalan sama yang baru).

  2. Evaluasi

    Evaluasi penyebab hancurnya hati agan/sis. Bisa dengan cara introspeksi diri jangan selalu menyalahkan kenyataan, nasib, dll. Apa selama ini kita udah cinta sepenuh hati ke dia? tanpa ada embel-embel tujuan terselubung. Apa kita udah memenuhi tuntutan bahwa resiko dari jatuh cinta itu harus rela berkorban baik waktu, tenaga, pikiran, uang, apapun?
    Ada suatu cara yang lain. Buat semacam penanggalan yang bisa dipake buat evaluasi misalnya:

    -Gue di tahun 2009= .....
    -Gue di tahun 2010= .....
    -Gue di tahun 2011= .....
    Catat point2 penting ditahun itu buat agan/sis, trus evaluasilah. Kemajuan ato kemunduran dalam hubungan kalian? cari tau penyebabnya.

  3. Support

    Ini yang paling penting menurut TS. Kita semua perlu dukungan moral dari orang-orang terdekat, bahkan dukungan materi (bukan berarti TS ngajarin untuk jadi materialistis ya). Cuma yang lebih penting itu ya dukungan Moral. Perhatikan bahwa yang penting bukan mendapatkan sebanyak-banyaknya orang yang mau membela ato membenarkan semua yang agan lakukan nanti, tapi sebagai pembangkit dan pendorong semangat buat agan/sis untuk menumbuhkan lagi motivasi-motivasi positif dalam cinta. Karena banyak fakta orang yang sering disakiti bakal trauma dan paling buruknya mreka jadi suka sesama jenis a.k.a maho .

  4. Solusi

    Ini yang terakhir. Mencari jalan keluar dari permasalahan yang menyebabkan agan/sis patah hati. Nggak mau kan terjebak di keadaan itu lama-lama? Cari dan temukan jalan keluar itu. Karena agan/sis sendiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas masa depan cinta kalian. Dengar suara hati agan/sis. Sambil tidak lupa mempertimbangkan suara-suara supporter yang disebutkan di point 3 tadi. Karena mereka juga pasti memberikan sumbangan positif kpd agan/sis.
Quote:
Spoiler for Kata-kata terakhir:
Quote:

Quote:
Patah hati/Broken Heart memang merupakan situasi yang memerlukan waktu untuk memperbaikinya

Thursday, 19 May 2011

Tips Mengatasi Kantor Yang Membosankan

Kantor sudah bukan lagi tempat Anda mengaktualisasi diri. Semua berjalan begitu-begitu saja dan…ini yang paling menyedihkan: Anda bekerja hanya untuk mendapatkan gaji. Kenapa sih kantor begitu membosankan? Sebelum kita mulai, berilah tanda pada kalimat dibawah ini yang paling mendekati kebenaran Anda:


1. Bangun pagi tidak bersemangat.
2. Selalu punya alasan untuk tidak masuk kantor.
3. Rajin melihat kalender untuk mengecek berapa hari lagi tanggal gajian tiba.
4. Mudah Mengantuk.
5. Badan cenderung lunglai.
6. Mancari aktifitas lain di luar kantor.
7. Lebih banyak main game/chatting dibanding kerja.
Apabila minimal 3 kalimat di atas Anda beri tanda, maka kemungkinan besar Anda terserang kebosanan di kantor. Makin banyak diberi tanda, maka makin akutlah tingkat kebosanan Anda. Berikut ini ada 5 hal yang menjadi sumber kebosanan Anda:

1. Terlalu Sedikit. Anda hanya diberi tanggung awab sedikit pekerjaan. Assignment minggu ini bisa diselesaikan hanya dalam waktu 1 atau 2 hari. Aktifias yang hanya sedikit ini mmebuat Anda bosan menjalani hidup di kantor. Bahayanya, dalam mengerjakan pekerjaan yang hanya sedikit itu pun, bila dibiarkan, kualitasnya akan makin menurun. Solusi: Cari tahu mengapa Anda hanya diberi sedikit pekerjaan. Apalagi bila teman selevel Anda begitu sibuk. Mintalah tambahan pekerjaan pada atasan.

2. Terlalu Gampang. tanpa perlu berpikir keras, Anda bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik. Pekerjaan yang terlalu mudah dan tidak menantang membuat Anda mudah terserang rasa bosan. Bahayanya, lama-lama Anda potensial melakukan kesalahan kecil yang tidak perlu karena menggampangkan pekerjaan. Solusi: Amati pekerjaan di kantor secara menyeluruh, dan carilah persoalan yang bisa menantang otak Anda.

3. Tidak variatif. Pekerjaan yang ada di hadapan Anda itu lagi, itu lagi. Sama sekali tidak variatif. Bahkan, Anda bisa menbak dengan jitu, apa saja yang akan Anda alami dalam satu hari, bahkan dalam satu minggu. Begitu tidak variatifnya pekerjaan yang Anda hadapi, hingga Anda tak hanya bosan tapi juga frustasi. Bahayanya, Anda akan jadi ‘anak nakal’ yang tukang bikin gara-gara.’Mengganggu’ meja sebelah karena melihat pekerjaannya berbeda dengan yang Anda lakukan. Solusi: Tawarkan bantuan pada rekan kerja. Pastikan bahwa dia tidak terganggu dengan tawaran itu.

4. Suasana Monoton. Suasana kerja yang superformil (terutama bila Anda manusia penyuka situasi informal) dan tenang, potensi membuat Anda bosan. Apalagi kalau model komunikasi antar rekan yang penuh basa-basi. Dalam sitasi ini , Anda memang bisa mati bosan! Bahayanya, Anda akan mudah mengantuk atau malah berlama-lama di luar kantor pada jam makan siang. Anda bisa tidak produktif dan ini berpengaruh pada penilaian hasil kerja. Solusi: Bangunlah suasana yang lebih menyenangkan, siapa tahu tak hanya Anda yang merindukan suasasn kerja yang lebih riang.


5. Miskin Feedback. Anda tidak pernah tahu apakah yang Anda lakukan sudah benar atau belum. Semuanya berjalan flat. Hubungan Anda dengan atasan pun hanya sebatas terima order dan menyerahkan pekerjaan. Anda tidak pernah tahu apa yang diharapkan atasan. Pun Anda tidak tauh, perusahaan ini akan berjalan ke arah mana. Bahayanya, Anda akan tidak berkembang. Apa yang Anda ketahui tahun lalu, sama dengan apa yang Anda pahami saat ini. Tidak ada hal baru yang akan membuat Anda lebih pintar. Solusi: Setiap kali menyerahkan pekerjaan, tanyakan pendapat atasan atas hasilnya. Sering=seringlah juga bertanya harapan atasan terhadap Anda dan tempat kerja ini. Lama-lama atasa akan memahami kebutuhan Anda.
6. Kebijakan Satu Arah. Terkadang perusahaan membuat kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada karyawannya. Kalau satu-dua kebijakan, mungkin masih bisa Anda toleransi, namun apabila sebagian besar kebijakan ‘memojokan’ kepentingan-kepentingan karyawan yang mungkin akan berdampak pada penghasilan Anda, maka mungkin Anda akan ‘terganggu’, apalagi hal ini berimbas pada keuangan rumah tangga Anda. Bahayanya, Anda menjadi merasa tidak tenang dan nyaman selama bekerja di kantor Anda, was-was akan munculnya kebijakan-kebijakan baru yang semakin menjepit Anda. Padahal di lain sisi, Anda telah mencurahkan jiwa dan raga Anda pada perusahaan Anda. Solusi: Sampaikanlah masukan pada manajemen Anda melalui lesan baik secara informal atau formal. Apabila managemen Anda tutup telinga terhadap cara Anda tersebut, cobalah untuk membuat semacam serikat kerja (Sekar) yang diharapkan mampu menjembatani kepentingan karyawan dan perusahaan. Apabila cara tersebut juga tidak mempan, sedangkan di lain sisi kepentingan Anda semakin terpojok, silahkan Anda membuat surat terbuka kepada perusahaan Anda namun tetap disampaikan dengan tata bahasa yang santun. Bisa disampaikan melalui surat kabar atau jejaring sosial seperti facebook atau twitter. Biasanya sampai dalam taraf ini, perusahaan akan ‘terpaksa’ berpaling kearah Anda, dan hanya ada 2 kemungkinan yang akan terjadi: suara Anda didengarkan atau Anda harus mulai mencari pekerjaan baru lagi, karena manajemen tidak menyukai langkah Anda, namun setidaknya Anda sudah menyuarakan suara hati dan membela harga diri Anda sendiri. Spoiler for INFO:


SEJARAH BENDERA MERAH PUTIH










PENGGUNAAN DAN ARTI WARNA MERAH PUTIH DI BUMI INDONESIA
 
Dalam sejarah Indonesia terbukti, bahwa Bendera Merah Putih dikibarkan pada tahun 1292 oleh tentara Jayakatwang ketika berperang melawan kekuasaan Kertanegara dari Singosari (1222-1292). Sejarah itu disebut dalam tulisan bahwa Jawa kuno yang memakai tahun 1216 Caka (1254 Masehi), menceritakan tentang perang antara Jayakatwang melawan R. Wijaya.


Prapanca di dalam buku karangannya Negara Kertagama menceritrakan tentang digunakannya warna Merah Putih dalam upacara hari kebesaran raja pada waktu pemerintahan Hayam Wuruk yang bertahta di kerajaan Majapahit tahun 1350-1389 M.

Menurut Prapanca, gambar-gambar yang dilukiskan pada kereta-kereta raja-raja yang menghadiri hari kebesaran itu bermacam-macam antara lain kereta raja puteri Lasem dihiasi dengan gambar buah meja yang berwarna merah.

Atas dasar uraian itu, bahwa dalam kerajaan Majapahit warna merah dan putih merupakan warna yang dimuliakan.

Dalam suatu kitab tembo alam Minangkabau yang disalin pada tahun 1840 dari kitab yang lebih tua terdapat ambar bendera alam Minangkabau, berwarna Merah Putih Hitam. Bendera ini merupakan pusaka peninggalan jaman kerajaan Melayu-Minangkabau dalam abad ke 14, ketika Maharaja Adityawarman memerintah (1340-1347).

Warna Merah = warna hulubalang (yang menjalankan perintah)

Warna Putih = warna agama (alim ulama)

Warna Hitam = warna adat Minangkabau (penghulu adat)

Warna merah putih dikenal pula dengan sebutan warna Gula Kelapa. Warna Merah Putih disebut Gula Kepala tidak berarti “Merah” lambing gula dan “Putih” lambing buah nyiur yang telah dikupas. Di Kraton Solo terdapat pusaka berbentuk bemdera Merah Putih peninggalan Kyai Ageng Tarub, putra Raden Wijaya, yang menurunkan raja-raja Jawa.

Dalam babat tanah Jawa yang bernama babab Mentawis (Jilid II hal 123) disebutkan bahwa Ketika Sultan Ageng berperang melawan negri Pati. Tentaranya bernaung di bawah bendera Merah Putih “Gula Kelapa”. Sultan Ageng memerintah tahun 1613-1645.


Juga di bagian lain dari kepulauan Indonesia terdapat bendera yang berwarna Merah Putih, misalnya di Aceh, Palembang, Maluku dan sebagainya meskipun sering dicampuri gambar-gambar lain.


Pada umumnya warna Merah Putih merupakan lambang keberanian, kewiraan sedangkan warna Putih merupakan lambang kesucian.


Bendera Merah Putih berkibar untuk pertama kali dalam abad XX sebagai lambang kemerdekaan ialah di benua Eropa. Pada tahun 1922 Perhimpunan Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di negeri Belanda dengan kepala banteng ditengah-tengahnya.

Tujuan perhimpunan Indonesia Merdeka semboyan itu juga digunakan untuk nama majalah yang diterbitkan.

Pada tahun 1924 Perhimpunan Indonesia mengeluarkan buku peringatan 1908-1923 untuk memperingati hidup perkumpulan itu selama 15 tahun di Eropa. Kulit buku peringatan itu bergambar bendera Merah Putih kepala banteng.


Dalam tahun 1927 lahirlah di kota Bandung Partai Nasional Indonesia (PNI) yang mempunyai tujuan Indonesia Merdeka. PNI mengibarkan bendera Merah Putih kepala banteng.

Pada tanggal 28 Oktober 1928 berkibarlah untuk pertama kalinya bendera ,erah Putih sebagai bandera kebangsaan yaitu dalam Konggers Indonesia Muda di Jakarta. Sejak itu berkibarlah bendera kebangsaan Merah Putih di seluruh kepulauan Indonesia.
 
 
SANG SAKA MERAH PUTIH DI BUMI INDONESIA MERDEKA

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta bertempat di Pegangsaan Timur 56 (JL.Proklamasi) Jakarta, atas nama bangsa Indonesia. Sesaat kemudian bendera kebangsaan Merah Putih dikibarkan di gedung Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Bendera Merah Putih berkibar ntuk pertama kalinya di bumi Indonesia Merdeka.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dibentuk pada tanggal 9 Agustus 1945 mengadakan siding yang pertama dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945).

Dalam UUD 1945, Bab I, pasal I, ditetapkan bahwa Negara Indonesia ialah Negara kesatuan yang berbentuk Republik. Dalam UUD 1945 pasal 35 ditetapkan pula bahwa bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih. Denagn demikian itu, sejak ditetapkannya UUD 1945 , Sang Merah Putih merupakan bendera kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1.

Dengan ditetapkannya UUD 1945 dan bendera kebangsaan Sang Merah Putih, maka serntak seluruh rakyat Indonesia dan pemuda Indonesia, menegakkan, mengibarkan dan mempertahankan Sang Merah Putih di bumi Indonesia. Pertempuran-pertempuran dengan serdadu colonial Belanda yang didukung oleh tentara sekutu berkobar di seluruh Indonesia. Ribuan rakyat dan pemuda Indonesia gugur sebagai pahlawan bangsa mempertahankan kemerdekaan Sang Merah Putih. Karena pengorbanan mereka kini Sang Merah Putih tegak berkibar dibumi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berlandaskan Pancasila.

Sang Merah Putih dikibarkan pada Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 45 di gedung Pegangsaan Timur 56 Jakartadisebut Bendera Pusaka. Bendera Pusaka itu selalu dikibarkan di tiang yang tingginya 17 m di depan Istana Merdeka Jakarta pada tiap perayaan peringatan Hari Prokalamasi Kemerdekaan.

Mulai tahun 1969 Bendera Pusaka itu tidak lagi dapat dikibarkan karena sudah tua. Sebagai gantinya dikibarkan duplikatnya yang dibuat dari sutera alam Indonesia.

Dalam sejarah perjuangan kemrdekaan Indonesia, Bendera Pusaka tidak pernah jatuh ke tangan musuh, meskipun tentara colonial Belanda menduduki Ibukota Negara Republik Indonesia
.

 

[SHARE] Sahabat


Sebelumnya..
. . tulisan ini gw tulis sendiri karena tiba-tiba kepikiran aja.. karena gw sadar gw ini orang yang jahat.. orang yang cuma bisa nyakitin perasaan orang lain dengan omongan dan tindakan gw.. tapi ketahuilah.. disaat gw udah menganggap orang lain sebagai sahabat gw.. gw bakal melakukan sesuatu demi kebaikan dia meskipun itu berarti gw harus nyakitin hati dia.. thanks :)













Renungan..
. . SAHABAT itu bukanlah orang-orang yang bisa selalu bersama-sama dengan kita.. melainkan orang-orang yang bisa mengerti kita dan tau apa yang baik untuk kita, dimanapun mereka berada.. karena SAHABAT tidak mengenal waktu, tempat dan materi.. mereka tidak akan pernah menjerumuskan kita, tetapi mereka adalah orang-orang yang siap menangis karena sudah menyakiti hati kita karena omongan dan tindakan mereka asalkan omongan dan tindakan mereka itu dapat membuat kita menjadi orang yang lebih baik.. SAHABAT adalah orang-orang yang siap kehilangan kita dan siap berkorban demi kita asalkan kita bisa menjadi orang yang lebih baik.. bukan orang-orang yang hanya mau agar kita bisa bersama-sama dengan mereka walaupun mereka harus berbohong dan berpura-pura kalau semuanya baik-baik saja yang penting mereka bisa tetap bersama.. SAHABAT adalah orang-orang yang takut temannya terjerumus, bukan orang-orang yang takut kehilangan temannya.. SAHABAT tidak akan membatasi ruang lingkup pertemanan SAHABAT-nya yang lain tetapi SAHABAT adalah orang yang bisa mengerti situasi SAHABAT-nya yang lain dan bisa percaya kepada sahabatnya itu.. SAHABAT tidak perlu harus berada dalam tempat dan waktu yang sama, tetapi SAHABAT hanya perlu ada di hati masing-masing dan ada disaat SAHABAT-nya yang lain membutuhkan..
. . ingat, PERSAHABATAN itu bukanlah KEBERSAMAAN dan KEMUNAFIKAN, melainkan PENGERTIAN dan KEPERCAYAAN..

Penutup..
. . gw juga punya temen-temen yg deket sama gw.. sebut aja mereka itu (nama disamarkan) Wira, Arab, Dhery, Dhisty dan Riko.. gw udah sama-sama mereka dari semester 1.. dan dulu gw suka ngucapin.. PERSAHABATAN itu bagai kepompong.. kepompong itu berasal dari ulat bulu.. jadi PERSAHABATAN itu berbulu..
. . banyak yang kita ga tau dari PERSAHABATAN itu sendiri.. dan terkadang menyakitkan, sama seperti ketika kita menyentuh ulat bulu.. kita ga tau akan jadi apa ulat itu.. jadi kupu-kupu yang cantik, atau serangga yang menjijikan.. ulat bulu akan meninggalkan kepompongnya dan bisa berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.. asalkan itu adalah kepompong yang menghasilkan sesuatu yang baik.. jadi posisikan dirimu sebagai kepompong yang mampu membuat SAHABAT mu menjadi kupu-kupu yang cantik walaupun kupu-kupu tersebut akan meninggalkanmu..

Monday, 16 May 2011

Melepaskan




MELEPASKAN 8 HAL DALAM HIDUP


Quote:
Quote:
1. Melepas tekanan
Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi Anda. Apabila Anda tidak membersihkan pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap hari Anda akan menemui banyak kegiatan, sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.

Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran, melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda menyimpan kenangan yang menyakitkan, Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit, maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk kebahagiaan.

Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan Anda.
Quote:
2. Melepas kekhawatiran
Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana. Melatih tersenyum, bukan secara mekanis memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi berusaha keras untuk mengubah apa yang Anda rasakan di dalam. Belajar untuk menerima kenyataan dengan tenang; belajar bagaimana mengatakan kepada diri sendiri, “Saya akan mengikuti sifat alam.”

Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan jujur, memandang hidup dengan positif, melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan demikian, secercah cahaya akan masuk ke dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.

Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya membiarkan diri Anda merasa bahagia.
Quote:
3. Melepas pikiran ruwet
Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit dan kesedihan seseorang; dapat mengompensasi kekurangan Anda; memungkinkan Anda untuk melanjutkan perjalanan hidup tanpa rasa takut dan membantu menyadari bahwa pikiran Anda sendiri dapat melampaui gedung pencakar langit dan gunung tertinggi!

Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan Anda juga dapat memiliki kehidupan yang berharga.
Quote:
4. Melepas rasa malas
Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang. Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah ketrampilan.

Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan memungkinkan Anda untuk memiliki kehidupan yang indah.
Quote:
5. Melepas sikap buruk
Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan positif. Ganti keacuhan dengan martabat, kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan, kemalasan dengan ketekunan, kerentanan dengan ketangguhan… selama Anda mau, Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang hidup Anda.

Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya yang bertanggung jawab. Meskipun tidak semua mimpi dapat menjadi kenyataan, mimpi indah dapat membawa keindahan pada hidup seseorang.
Quote:
6. Melepas keluhan
Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh. Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses. Mengeluh dan menyerah adalah halangan yang mencegah datangnya keberhasilan. Menerima kegagalan dengan tenang adalah cara cerdas.

Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan, hanya kerja keras yang bisa membawa kembali harapan. Emas murni selalu ada saatnya bersinar.

Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak menyenangkan.

Jangan khawatir pada hidup, dan jangan berpikir bahwa kehidupan memperlakukan Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya, Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan orang lain.
Quote:
7. Melepas keraguan
Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang. Kesempatan muncul sekejab dan hanya kecepatan dan ketegasan yang dapat menangkapnya.

Mengambil tindakan cepat merupakan salah satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda dijamin akan sukses.

Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda. Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-hal tersebut pergi ketika Anda harus melepasnya, Anda dapat memperoleh kebahagiaan yang benar-benar milik Anda dalam hidup ini.
Quote:
8. Melepas prasangka
Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan menunjukkan ruang.

Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir orang lain, Anda benar-benar membuat ruang bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang penuh toleransi, manusia dapat memainkan lagu kehidupan yang harmonis.

Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit.

Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat.

Bukan hanya kita yang menginginkan kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin mereka semua merasakan kebahagiaan kita. Sukacita berbagi kegembiraan melampaui sukacita dalam memiliki.(Secret China/val)
Sumber :http://www.epochtimes.co.id/kehidupan.php?id=551

Contoh-contoh Luapan Positif Para Lulusan UN..

Merayakan kelulusan Ujian Nasional identik dengan "tradisi" aksi corat-coret baju seragam dan konvoi kendaraan di jalan raya dan bahkan kegiatan yang meresahkan masyarakat dan dekat dengan unsur kriminalisme. Namun, berbeda dengan siswa-siswa di SMA Negeri 1 Pajangan, Bantul.


Quote:


Salah seorang siswa SMAN 1 Pajangan Bantul ikut aksi donor darah untuk merayakan kelulusannya.

Quote:
Quote:
Mereka justru merayakan kelulusan dengan kegiatan aksi donor darah, memberikan santunan ke anak yatim dan berkunjung ke pasien miskin di Rumah Sakit Daerah Penembahan Senopati, Senin (16/5/2011).

Sebelum mengikuti kegiatan tersebut seluruh siswa mengawali dengan sujud syukur di mushala sekolah. "Kegiatan ini sengaja kami lakukan agar perayaan kelulusan di sekolah kami lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang lain, " kata Wakil Kepala Sekolah Heri Supartono.

Aksi corat-coret, menurut Heri, tidak banyak memberikan manfaat. Bahkan, konvoi kendaraan bermotor dengan suara knalpot yang keras justru sering dikeluhkan masyarakat.

Heri menjelaskan, 103 siswa dibagi menjadi tiga kelompok, dengan tugas terpisah. "Kelompok pertama akan mendatangi panti asuhan anak yatim untuk memberikan santunan, kelompok dua akan berkunjung ke Rumah Sakit Panembahan Senopati untuk mengunjungi pasien miskin, dan kelompok ke tiga akan mendonorkan darahnya di PMI," kata Heri.

Tahun ini seluruh siswa kelas 12 yang terdiri dari 53 putera dan 50 puteri berhasil lulus 100 persen . Sementara itu, secara umum Bantul meraih predikat angka kelulusan tertinggi di Provinsi DIY untuk kali yang ke empat sejak tahun 2008.

Lain halnya dengan rekan mereka di Bantul, di Jogja, ratusan siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta merayakan kelulusan dengan cara yang unik dan bermanfaat. Mereka membagikan 600 dus nasi kepada para tukang becak, pedagang asongan, serta pedagang kaki lima di sejumlah tempat di Kota Yogyakarta, Senin (16/5/2011).

Quote:


Para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta membagikan ratusan dus nasi kepada para Tukang becak dan Pedagang asongan sebagai wujud syukur atas kelulusannya dalam Ujian Nasional 2011.

Quote:
Quote:
Pemandangan ini terlihat di kawasan Kotabaru, Perempatan Tugu, dan di Jalan Jenderal Sudirman. Di dalam kemasan dus nasi tersebut diselipkan kertas bertuliskan: "Tasyakuran Kelulusan Ujian Nasional 2011 Keluarga Besar Padmanaba SMA Negeri 3 Yogyakarta. Mohon doa restu untuk menjalani pendidikan di jenjang perguruan tinggi, semoga menjadi generasi penerus yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama, Amin".

"Daripada mencoret-coret baju tidak ada gunanya, kami memilih dengan cara seperti ini membagikan nasi kotak untuk makan siang bapak-bapak tukang becak dan para pedagang. Ini sebagai wujud syukur kami," ujar Titis, salah satu siswi.

"Kegiatan sosial ini kami lakukan agar bapak-bapak tukang becak dan para pedagang kaki lima, serta pedagang asongan ikut merasakan kebahagiaan kami yang telah berhasil lulus ujian nasional," sambungnya.

Sementara itu, Tukijo, tukang becak yang sedang nongkrong di kawasan perempatan Tugu Yogyakarta, mengaku senang mendapatkan nasi untuk makan siang. "Kegiatan ini bagus daripada konvoi mengganggu lalu lintas dan tidak ada gunanya. Kalau begini ini, kan, kami juga merasakan" ucapnya sambil tersenyum senang.
sumber :

http://regional.kompas.com/read/2011...si.Donor.Darah

http://regional.kompas.com/read/2011...i.Nasi.Bungkus

Thursday, 12 May 2011

TENTANG NII

Aliran Bau Duit Kelompok “N Sebelas”
Kelompok Negara Islam Indonesia (NII), yang populer disebut N Sebelas, tetap eksis. Anggotanya dari semua kalangan, termasuk ABG dan mahasiswa. Mereka dicap memakai kedok agama untuk menipu.
MENJELANG siang, Jumat pekan lalu. Seorang perempuan, yang lebih tepat disebut Anak Baru Gede (ABG), memasuki ruangan kantor Lembaga Pengkajian Islam Salman ITB Bandung. Kepada Syamsu Basaruddin, sekretaris lembaga itu, ia memperkenalkan dirinya: Dewi, alumnus sebuah SMA di Bandung, yang tengah bersiap-siap memasuki bangku perguruan tinggi. Dia ke situ bukan untuk bertanya-tanya bagaimana bisa lolos jadi mahasiswa. Dewi datang menemui Syamsu untuk satu hal yang amat mengganggu pikirannya: konsultasi tentang sebuah kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam Indonesia (NII).
Syamsu akhirnya mafhum atas apa yang tengah dihadapinya. Karena Dewi bukan satu-satunya yang mengadukan hal serupa ke lembaga tersebut. Sudah banyak yang lain, umumnya ABG dan mahasiswa, bimbang dengan sepak terjang kelompok NII yang kini populer disebut “N Sebelas”. Kepada Syamsu, Dewi mengaku sudah terdaftar menjadi anggota tetapi belum sampai dibaiat. Dalam situasi itulah, keyakinannya teraduk-aduk. Karena dari beberapa kali hadir dalam kelompok NII, kata Dewi kepada Syamsu, ia menerima ajaran yang terasa aneh dari yang didengarnya selama ini.
Syamsu kemudian menuturkan, NII menyamakan masa sekarang dengan masa sebelum Nabi Muhammad saw., yakni masa jahiliah. Dan, untuk inilah mereka tampil: membebaskan orang dari zaman jahiliah. Makanya, mereka tidak mau bergaul dengan orang di luar kelompoknya. Orang yang keluar dari keanggotaan mereka dipandang murtad. Darahnya dianggap halal. “Mereka menganggap, Islam yang dibawa merekalah yang benar. Di luar itu salah,” tutur Syamsu Basaruddin kepada Tajuk.
Gerak-gerik kelompok ini sangat eksklusif. Tempat pertemuan dan pengajiannya berpindah-pindah. Mereka memakai sistem sel. Antara satu kelompok dan kelompok lain, begitu pula antara satu lapisan dan lapisan lainnya, tidak saling tahu. Apalagi antar-orang per orang. Begitu jadi anggota, setiap orang mendapat nama baru. Nama aslinya ditanggalkan. Makanya, Syamsu bisa memastikan, Dewi bukanlah nama asli. “Itu nama samaran dia, kendati saya tidak menanyakan nama aslinya,” katanya.
Karena sistem sel, tak banyak yang tahu berapa jumlah anggota N Sebelas. Yang pasti, tangan mereka sudah menjulur ke berbagai daerah di tanah air. Dari investigasi Tajuk selama dua pekan terakhir ini, diketahui, aktivitas kelompok ini bukan hanya di Bandung. Tetapi sudah ada juga di Jabotabek, Sumatra Utara, dan Jawa Timur. Sejumlah kalangan bahkan menduga, gerak-gerik mereka sudah sampai Kalimantan dan Sulawesi. Masuk akal, sebab rekrutmen mereka memakai pola berantai. Setiap anggota diwajibkan meraih anggota baru dalam jumlah tertentu. Di Bandung, misalnya, setiap anggota dibebani 10 orang anggota baru. Di Jakarta, minimal empat orang. Di Medan, kaki tangan NII juga aktif menggarap ABG dan mahasiswa, selain orang tua.
Yanti dan Novi (bukan nama sebenarnya) diduga termasuk yang pernah direkrut kelompok ini. Keduanya sama-sama mengaku diajak Wiwin, mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Awalnya, tutur Yanti kepada Tajuk, Wiwin mengajaknya ikut pengajian di daerah Mampang, Jakarta Selatan. Ia langsung sreg saja. Selain Wiwin teman sekelasnya di SMP, ajakan itu juga tujuannya baik. Apalagi, kata Wiwin, pengajian tersebut khusus mempelajari tafsir Alquran. “Saya tertarik karena memang dari keluarga Islam yang taat,” kata dara manis berusia 20 tahun ini.
Saat pergi ke tempat pengajian, Wiwin mengajaknya muter-muter dulu sampai dia tidak hafal lagi di mana tempatnya berada. Di tempat pengajian, sudah ada puluhan orang menunggu. Mereka lalu masuk satu per satu ke dalam ruangan. Tiba gilirannya, rupanya bukan tafsir yang diajarkan. Ia malah diajak ngobrol. Salah seorang dari mereka menanyakan latar belakang keluarganya: nama orang tua, berapa saudara, ada yang tentara/polisi apa tidak. Punya emas berapa gram, luas tanah berapa, rumah tipe berapa. Dan, pesan terakhir kepadanya: “Jangan cerita ke siapa-siapa tentang pengajian ini. Kalau ada yang aneh, jangan lapor polisi.”
Keesokan harinya, ia dibawa ke markas penampungan di daerah Lebak Bulus. Dari situ, ia dibawa dengan minibus milik mereka ke sebuah rumah. Suasananya mirip sebuah kompleks perumahan. Bersama 10 orang lainnya, Yanti lalu dibawa dengan mobil yang sama ke suatu tempat. Ia tak tahu di mana sebenarnya tempat dimaksud. Soalnya, beberapa saat menjelang sampai tujuan, mereka diminta menutup mata dengan tangan sendiri. Kalau sampai dibuka, katanya kualat. Dia menduga, tempat tersebut masih di sekitar Jakarta. Menjelang magrib, mereka tiba pada sebuah rumah cukup besar. Lingkungannya seperti di kompleks perumahan, karena model rumahnya hampir sama. Semua jendela ditutup gorden. Lampu dinyalakan seperlunya. “Kami berjalan jinjit tanpa suara. Kata mereka, agar enggak kedengaran tetangga,” tutur Yanti.
Di situlah, Yanti tahu temannya. Ada yang datang dari Jakarta, Bogor, dan empat orang dari Bandung. Semuanya perempuan, rata-rata mahasiswa. “Mereka juga tampak bingung seperti saya,” kata Yanti. Tak lama berselang, mereka mulai diperkenalkan dengan ajaran kelompok ini yang katanya berdasar pada Alquran. Intinya antara lain: tidak boleh berzina, tidak boleh merokok, kawin hanya dengan sesama anggota, salat cukup dalam hati. Satu hal lagi, tidak boleh menceritakan ajaran ini kepada orang yang bukan anggota.
Untuk jadi pengikut yang sempurna dari kelompok itu, begitu kata sang guru, harus melewati tiga tahapan. Pertama, pengikut diharuskan mempelajari tafsir yang mereka berikan. Pada tahapan ini, anggota mengikuti pelajaran huruf Arab gundul. Setelah lolos dari tahapan ini, anggota diharuskan “hijrah” agama dari agama semula ke Islam Tauhid. Tujuannya untuk membersihkan diri. Sebab, manusia, kata ajaran itu, masih kotor seperti anjing.
Yanti sendiri mengaku sudah berhijrah. Setelah ritual itu selesai, anggota diwajibkan tinggal dalam kelompok-kelompok kecil. Kelompok ini dibentuk, umumnya, berdasarkan angkatan “pendidikan”. Setiap kelompok terdiri dari 10-15 laki-laki dan perempuan. Mereka diharuskan tinggal dalam satu rumah. Kalau sampai ada yang hengkang dari kelompok, mereka dipindahkan ke rumah baru. Ini untuk menjaga kerahasiaan kelompok. Kelompok-kelompok ini cukup banyak, tetapi tidak saling mengenal satu sama lain. Yang bisa dikenali hanyalah para guru, yang jumlahnya sekitar 10 orang. Guru-guru itu berumur sekitar 20-25 tahun, kebanyakan mengaku mahasiwa. Penampilannya necis, yang cowok memelihara jenggot.
Setelah jadi anggota, setiap orang diwajibkan merekrut empat anggota baru. Kewajiban lain, membayar iuran Rp 550 ribu. Uang ini dicicil setiap bulan Rp 50 ribu. Katanya, duit itu ditabung untuk masa depan pengikut. Pokoknya harus ada, terserah didapat dari mana. Kalau bukan dari orang tua, bisa diminta dari orang lain. Ini yang membikin Yanti stres. Mau didapat dari mana duit sebanyak itu. Dia berasal dari kalangan menengah bawah. Keluarganya tinggal di sebuah perkampungan dekat Terminal Manggarai. Karena tak tahan, akhirnya ia berhenti ikut pengajian. Kendati acapkali dikontak kelompok itu, ia akhirnya memilih tobat. Apalagi setelah seorang temannya, yang masuk ke kelompok itu lewat dirinya, sampai sekarang tak pernah kembali ke rumah orang tuanya. “Ini yang membuat saya merasa berdosa,” katanya.
Seperti halnya Yanti, Novi juga berpaling dari kelompok itu. Ia sedikit beruntung, belum disumpah seperti Yanti. Dari Rp 550 ribu iuran wajib, baru Rp 100 ribu yang dibayarnya. Beban untuk merekrut anggota baru belum satu pun didapat. Gadis lincah 19 tahun, yang baru dua tahun lalu lulus SMU, ini sudah keburu sebal dengan ajaran kelompok itu yang katanya banyak penyimpangan. Hal ini langsung terasa, tatkala dia hadir pertama kali di markas pengajian mereka di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seorang di antara mereka, namanya Rahmat, bertanya kepadanya, “Kamu percaya Alquran?” Alquran boleh diinjak enggak? Boleh diludahin enggak? Boleh dilemparin enggak?” Jawaban Novi, tidak boleh. Rahmat langsung menyahut, “Siapa bilang, enggak boleh? Lihat, saya akan lakukan itu, dan saya tidak akan kualat, sebab Alquran itu buatan manusia.” Rahmat lalu menginjak, meludahi, menyobek kitab suci itu.
Novi berkenalan secara tidak sengaja dengan Wiwin di halte Jalan Minangkabau, Manggarai, beberapa bulan lalu. Ia menduga, Wiwin sudah lama menguntitnya. Soalnya, setiap dia ke halte itu Wiwin selalu ada. Wiwin mengajak berkenalan, mengaku mahasiswa Universitas Indonesia. Lalu, biasa, hampir setiap hari Wiwin nongol di rumahnya. Sampai akhirnya dia terjerat dalam jaring-jaring kelompok itu. Trik seperti itu dipakai semua pengikut untuk merekrut anggota baru.
Caranya: pusatkan perhatian pada orang yang bakal digarap. Ketahuilah seluruh aktivitasnya. Untuk itu, ikuti calon korban mulai dari rumahnya hingga ke tempat-tempat yang sering dikunjungi. Setelah kebiasaan dan tabiatnya dipahami, langkah berikutnya: mengajak berkenalan, menanyakan alamat, lalu mengunjungi rumahnya sesering mungkin. Pokoknya, sampai benar-benar akrab. Kalau sudah demikian, baru diajak mengikuti pengajian. Sebagian anggota ada yang mencari “mangsa” di mal-mal seperti Pasar Festival Kuningan, Blok M, dan lain-lain. Ciri-ciri mereka, kata Novi, bisa diketahui. “Kalau sedang mencari mangsa baru, yang perempuan biasanya berjilbab. Mukanya tidak bercahaya, hitam.”
Yanti dan Novi memang tidak menyebut bahwa kelompok yang dimasukinya N Sebelas. Yang mereka ketahui, kelompok ini menamakan dirinya Aliran Islam Tauhid. Namun, dari berbagai model dan cara mereka beroperasi, ada indikasi, ini adalah kelompok N Sebelas. Indikasi ini makin kuat, setelah Tajuk bertemu Narsih (bukan nama sebenarnya) – salah seorang dari dua nama mantan anggota yang diberikan Yanti dan Novi. Narsih tinggal di Bandung. Ia bergabung dengan kelompok ini tahun lalu, lewat ajakan seorang bekas teman dekatnya semasa SD. Ketika itu, Narsih baru menamatkan program Diploma 1 pada sebuah akademi swasta di Bandung.
Selama setahun menjadi anggota, dara manis berusia 20 tahun ini sempat beberapa kali mengikuti pengajian. Tempatnya berbeda-beda. Di antaranya, di wilayah Jalan Gegerkalong Bandung. Satunya lagi, di halaman perpustakaan Universitas Padjadjaran Bandung di Jalan Dipatiukur 35. Di halaman perpustakaan itu memang tersedia beberapa meja bundar besar. Hampir setiap sore, kata Narsih, dia bersama anggota kelompoknya berkumpul dan berdiskusi. Aktivitas mereka tak mencolok. Karena kehadiran mereka selintas seperti kumpulan mahasiswa lain yang tengah belajar bersama. “Unpad termasuk salah satu basis perkumpulan mereka,” kata Narsih. Selain Unpad, menurut Syamsu Basaruddin, penganut N Sebelas ini juga tersebar di ITB dan sejumlah perguruan tinggi swasta di Bandung.
Seperti halnya Yanto dan Novi, Narsih hengkang dari sana karena melihat banyak keganjilan. Misalnya, orang lain – termasuk orang tua – tidak boleh tahu. Dan, yang amat merepotkan, dia dimintai duit untuk iuran Rp 600 ribu. Katanya, itu sebagai persyaratan untuk “hijrah”. Kalau belum “hijrah”, berarti belum resmi jadi anggota kelompok. Bukan cuma itu. Pada setiap pertemuan pun, anggota dimintai sumbangan. Pernah suatu kali, tutur ayah Narsih kepada Tajuk, kalung emas lima gram milik Narsih raib. Ketika ditanya, Narsih baru mengaku kalau kalungnya diberikan kepada kelompok sebagai pengganti uang yang harus dibayarkan. “Itu satu-satunya yang diketahui orang tua tentang kegiatan saya di kelompok itu,” kata Narsih, anak pensiunan pegawai swasta ini.
Duit memang jadi soal besar dalam kelompok ini, selain soal aliran agama tadi. Banyak keluhan, bahkan pengaduan terhadap kelompok ini, karena membebani pengikutnya dengan duit begitu banyak. Lebih-lebih bagi pengikut ABG dan mahasiswa yang tak berpenghasilan. Bulan lalu, Polres Malang bahkan menerima pengaduan beberapa orang tua mahasiswa yang jadi korban N Sebelas. Besar tipuannya bervariasi, antara Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. “Mahasiswa asal Bima (NTB) ada yang kena Rp 5 juta, dengan perjanjian akan dijadikan camat,” kata salah seorang perwira Polres Malang kepada Tajuk.
Di Polres Malang, para korban mengaku awalnya diajak berdiskusi tentang agama oleh anggota N Sebelas. Yang diindoktrinasi kepada anggota baru sama seperti di tempat lain: menganggap dirinya sebagai kelompok suci, yang mengajak orang untuk keluar dari zaman jahiliah sekarang ini. Karena anggota baru berasal dari kelompok kotor, harus membayar denda. Besarnya ditentukan mereka. Tergantung kekuatan ekonomi keluarga si anggota. Rosidah (samaran), mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang, diminta membayar uang hijrah Rp 800 ribu. Ini karena pemantapan hijrah dilakukan di Jakarta. “Karena saya tidak punya duit, terpaksa saya menipu orang tua dengan berbagai alasan,” kata mahasiswa semester tujuh, yang kini mondok di Pondok Pesantren Gasek Malang.
Seperti pelbagai aktivitas lain di kelompok itu, proses keberangkatannya ke Jakarta dilakukan secara sembunyi. Hari itu, sekitar pukul 11.55 WIB, orang NII mengontaknya via telepon, menyuruhnya menunggu di Terminal Arjosari Malang. Di situ sudah menunggu sebuah mobil Panther warna hitam. Beberapa senior yang tidak dikenalnya telah menunggu dengan mengenakan baju rapi dan membawa tas besar. Dari Malang, mereka bergerak menuju Terminal Bungurasih Surabaya. Di sana, sudah menunggu dua orang dari Yogyakarta, dua lagi dari Solo, dan seorang dari Surabaya. Rombongan itu tiba di Jakarta pukul 09.00 keesokan harinya. Hari itu pula, sekitar pukul 18.00 mereka kembali ke Surabaya. “Saya enggak tahu di Jakarta mana saya dibawa,” kata gadis itu, polos.
Jika dihitung, total biaya yang dikeluarkan Rosidah untuk itu sekitar Rp 1,5 juta. Angka yang cukup mencengangkan untuk ukuran mahasiswa. Rosidah kini bersyukur, karena sejak bulan Januari lalu bisa putus hubungan secara total dengan kelompok itu. “Saya keluar karena saya tidak puas. Banyak pertanyaan yang ada pada diri saya tidak terjawab dalam forum NII.” Kini, di Ponpes Gasek, dia “diisi” oleh Ustaz Marzuki, pengasuh Pondok Pesantren Gasek Malang, dan kiai lainnya. “NII itu penipu. Nama Islam dipakai kedok untuk mengeruk uang,” kata Ustaz Marzuki, pengasuh ponpes dan dosen pascasarjana STAIN Malang.
Menurut Ustaz Marzuki, ajaran NII menyimpang dari ajaran Islam. Pertama, karena serius terlibat dalam diskusi, banyak anggota NII melupakan salat. Kedua, ketentuan infak tiap bulan Rp 60 ribu tidak mempunyai dasar hukum jelas. Ketiga, penggantian puasa Ramadan (bagi wanita haid) dengan denda (uang) juga tidak punya dasar hukum kuat. Keempat, adanya ketentuan zakat fitrah per tahun Rp 50 ribu. Kelima, batas waktu makan sahur adalah sampai matahari terbit. Dan, keenam, mereka menganggap dirinya paling benar dengan jaminan masuk surga. “Apa mereka sudah teken kontrak. Kok begitu yakin masuk surga,” katanya.
Polres Malang sudah meng-obok-obok beberapa tempat yang diduga sebagai markas operasi kelompok ini. Di antaranya di Jalan Dieng, Tlogomas, Lindung Sari, dan ITN. Hasilnya nihil. Para korban tidak bisa memastikan lokasi pengajian, karena ketika dibawa ke sana mata mereka ditutup. Dalam dua pekan terakhir ini, Tajuk menginvestigasi beberapa tempat yang diduga menjadi sarang mereka. Atas sedikit petunjuk dari Rosidah, Tajuk mendatangi musala Wadaful Ikhlas, yang terletak di Desa Njoyo, Kecamatan Dinoyo, Malang. NII kabarnya acapkali menggelar diskusi di sana. Tak ada jejak apa-apa. Kata seorang penduduk, dulu memang ada orang kumpul-kumpul. Dia pikir, itu kegiatan biasa saja, karena di situ banyak mahasiswa.
Salah seorang aktivis Unit Agama Kerohanian Islam (UAKI) Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya menerbitkan titik terang baru ihwal markas NII. Sebut saja namanya Kukuh. Ia mengaku tahu markas NII karena pernah diajak Yuswanto, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Angkatan 1996. Di NII, kata Kukuh, Yuswanto duduk sebagai kepala bidang kesehatan wilayah Malang. “Mereka sering kumpul di Desa Karang Besuki.”
Bersama Kukuh, upaya pencarian diarahkan ke Karang Besuki. Ternyata rumah dimaksud, yang terletak di RT 3 RW 3 Nomor 182 Karang Besuki, Kecamatan Sukun, ini sudah berubah jadi warung makan. “Kita menempati lokasi ini sejak empat bulan lalu,” kata Lilik, pemilik warung. Penelusuran akhirnya mengarah kepada Yuswanto. Dari bagian kemahasiswaan FK Unibraw diperoleh alamat Yuswanto: Jalan Pisang Candi Barat Nomor 10C. Alamat itu ternyata tak ada. Yang ada cuma Nomor 10. Itu pun bukan rumah Yuswanto. Setelah dicari sepanjang jalan itu, lewat seorang penduduk yang tengah duduk di masjid besar Pisang Candi, rumahnya dapat diketahui. “Yuswanto anak Unibraw? Rumahnya persis di belakang masjid ini, Mas.”
Rumah Wawan, begitu ia disapa di lingkungannya, tergolong lumayan. Rumah itu berlantai dua dengan ubin keramik. Sayang, ketika itu ia tidak ada di tempat. Endah, kakak Wawan, bilang, “Dia keluar rumah pukul 06.00 dan kembali di atas pukul 22.00.” Endah bercerita, sejak semester dua (1997), adiknya memang agak aneh. Setelah pihak keluarganya mencari tahu ke sana-kemari, ketahuan, Wawan terlibat dalam kelompok NII. Ketika ditanya Endah, Wawan menjawab, “Saya ingin menjadi muslim sejati.”
Masalahnya, tutur Endah kepada Tajuk, Wawan menyertai setiap aktivitasnya di NII dengan permintaan uang secara terus-menerus kepada orang tuanya – dengan berbohong pula. Misalnya, merusakkan peralatan laboratorium, menghilangkan kalkulator atau buku teman, dan sebagainya. Perhiasan ibunya senilai Rp 12 juta bahkan pernah raib tanpa bekas. Endah menampik, kalau dikatakan, itu ulah pencuri dari luar rumah. Jika ditotal, duit yang dipakai Wawan sejak bergabung dengan NII sudah mencapai Rp 20 juta. “Sampai Ibu sakit, Mas. Wawan kan paling disayang. Dia laki-laki satu-satunya di keluarga kami. Gimana ya, Mas, cara mengatasinya? Keluarga sudah suntuk. Kuliahnya juga ancur-ancuran. Kami sekarang hanya bisa berdoa,” kata alumnus Fakultas Perikanan Brawijaya ini, pasrah.
Rosidah, Wawan, dan teman-temannya, cuma sekian dari puluhan – mungkin juga ratusan atau ribuan – anak muda yang terjerat aliran tak jelas, seperti N Sebelas, yang sejatinya telah lama ada di tengah kita. Mereka terus bergerak, seraya menjaring anggota baru. Dari pengamatan Syamsu selama ini, orang yang bersentuhan dengan N Sebelas bisa dipilah ke dalam tiga kelompok. Mereka yang akan masuk, yang sudah masuk namun ragu-ragu, dan mereka yang sudah jadi anggota fanatik. Yang acapkali datang ke lembaga Salman, umumnya, masih berada pada kelompok pertama dan kedua. “Mereka umumnya masih bisa diarahkan untuk kembali ke arah yang benar.” Namun kelompok ketiga, kata Syamsu, sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Mereka bahkan pernah menantang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bandung berdebat tentang Islam.”

Ternyata Rieke Dyah Pitaloka Hampir Masuk Organisasi Mirip NII

RIEKE DYAH PITALOKA/IST
  

RMOL. Doktrinasi pembangkangan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tak mengenal kelas. Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka sempat didoktrin oleh organisasi mirip Negara Islam Indonesia. Oneng, panggilan akrab Rieke, direkrut saat dirinya masih kuliah

"Saya gak tahu itu NII atau bukan. Tapi itu terjadi ketika saya mahasiswa waktu S1 dulu," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Senin siang, 9/5)

Menurut anggota pansus RUU BPJS ini, kejadian tersebut berawal ketika ia diajak teman sekelas ikut mengajak pengajian. "Waktu itu yang mereka sampaikan tentang  ketidakadilan, kemiskinan, pembodohan, juga ada penindasan di republik ini yang harus kita lawan terus," katanya lagi.

Rieke juga melanjutkan, pada titik itu dirinya setuju, namun saat mengajak membuat negara baru, dirinya langsung menolak hingga akhirnya memutuskan berjuang lewat jalan partai.

"Menurut saya, jika mau menghadapi persoalan ini, jalankan saja Pancasila dan UUD 1945. Jangan hanya sekedar jargon, jalankan ciptakan kesejahteraan sosial, salah satunya jalankan jaminan sosial dan sahkan BPJS," pungkasnya sembari tersenyum. [arp]

Lakukan 4 Hal Ini di Facebook Saat Putus Cinta

img
dok. Thinkstock
Jakarta - Facebook merupakan situs jejaring sosial yang cukup diminati di Indonesia. Situs itu disukai karena cukup bermanfaat. Misalnya saja dengan Facebook kita dapat berhubungan dengan teman-teman lama dan menambah teman-teman baru, berjualan, main game, mendapatkan pekerjaan, dan lain-lain.

Tak hanya itu, melalui Faceboook, Anda pun bisa menunjukkan rasa cinta pada orang yang disayangi. Tetapi ketika sedang putus cinta, Anda pun jadi membenci Facebook karena semua kenangan tersimpan di sana. Bahkan karena situs jejaring sosial itu juga Anda bisa kesal karena melihat foto baru mantan kekasih dengan pacar barunya.

Apakah ini tandanya Anda harus berhenti menggunakan Facebook? Tentu tidak. Dikutip dari Glamour, saat putus cinta, ini yang bisa dilakukan lewat Facebook:

1. Perubahan status
Pastinya setelah berpisah dengan pasangan, Anda harus mengubah status di Facebook dari 'in a relationship' menjadi 'single'. Perubahan status ini otomatis akan muncul di newsfeed. Tentunya akan banyak pertanyaan yang menghampiri dan Anda pun tidak dapat menghindarinya. Padahal di saat itu Anda tidak ingin membahasnya dan mengingat semua kembali.

Cobalah mengubah setting Anda di Facebook, yaitu dengan menyembunyikan status hubungan terlebih dahulu sebelum mengubah status ke 'single'. Dengan cara seperti ini maka perubahan status Anda tidak akan muncul di newsfeed.

2. Hapus Tagging di Foto
Jangan melihat ulang kembali foto-foto Anda dengannya karena hal ini dapat mengingatkan Anda akan masa lalu. Cobalah untuk menghapus tag atau bahkan menghapus foto tersebut dari akun Facebook Anda. Jika dari beberapa foto yang akan dihapus ada yang Anda sukai, Anda cukup menyingkirkan wajah pasangan Anda dari foto tersebut.

3. Update Status yang Positif
Di saat Anda sedang depresi, pastinya Anda akan mengupdate status di Facebook yang memperlihatkan kedepresian dan kesedihan. Apakah Anda sadar dengan melakukan hal tersebut, mantan akan berpikir bahwa Anda adalah wanita yang lemah? Ia pun semakin yakin memutuskan hubungan dengan Anda adalah keputusan yang tepat.

Cobalah untuk meng-update status di Facebook ke arah yang lebih positif. Buktikan kepada dunia bahwa Anda adalah wanita yang kuat. Buatlah sang mantan merasa menyesal telah memutuskan hubungan dengan Anda.

4. Menghapus mantan dari Facebook
Pastinya setelah Anda putus cinta, Anda akan terus-menerus melihat akun Facebook mantan. Sebaiknya jangan lakukan itu, hal tersebut akan lebih memperburuk keadaan apalagi jika sang mantan menambah foto-foto barunya dengan wanita lain.

Hapus saja mantan Anda dari daftar teman di Facebook. Walaupun terdengar agak sulit dilakukan tetapi hal ini bisa menyembuhkan luka-luka dari masa lalu dan menghindari hal-hal yang akan membuat Anda lebih sakit hati. It's time to move on!

Kata Kata Mutiara Sahabat

“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”

“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”

“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”

“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”

“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”

“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”

“Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”

“Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis”

“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”

“Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya”

“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”

“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”

“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”

“Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”

Wednesday, 11 May 2011

Ternyata main internet di kantor menguntungkan

tnpa babibu lg,lgsg j..

Masih ingat video marah-marahnya Hitler karena karyawannya banyak yang tidak produktif, main Internet sambil kerja? Meskipun pihak HRD dan manajemen perusahaan banyak yang mendukung pendapat Hitler, ternyata ada juga fakta bahwa Internetan tidak serta mengurangi produktivitas kerja. Bahkan, perusahaan bisa mengambil keuntungan dari aktifnya karyawan di Internet.
Sebagaimana dikutip dari PortalHR.com, Nukman Luthfie, seorang konsultan dan pakar strategi online mengatakan, "Membatasi akses karyawan kepada situs jejaring sosial sebaiknya tidak dilakukan," tegas Nukman. Sebab, pada sisi lain, aktivitas karyawan di situs jejaring sosial juga dapat memberikan nilai positif bagi perusahaan. Karyawan dapat menjadi duta-duta atau juru bicara perusahaan di situs jejaring sosial tersebut.
Lembaga riset independen Demos menyampaikan hasil penelitiannya, bahwa dengan memanfaatkan situs jejaring sosial, karyawan dapat membangun jaringan pertemanan ( networking ) dan lebih dekat dengan kolega dan pelanggan. Ini bisa membantu perusahaan.
Selain itu, bermain Internet ternyata dapat mengurangi stres dalam bekerja. Sepuluh menit e-break di sore hari, dengan membiarkan karyawan mengakses situs-situs jejaring sosial, sangat berarti untuk membuat pikiran karyawan segar kembali. Psikolog dari Goldsmiths University, Dr Chamorro-Premuzic melakukan percobaan tentang e-break . Hasilnya, tingkat produktivitas karyawan pada perusahaan yang bosnya mendorong 10 menit e-break secara keseluruhan meningkat.
"Dengan memberikan e-break, perusahaan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang saling-mempercayai, memacu produktivitas dan pada gilirannya meningkatkan profit yang membuat bisnis menjadi semakin cerah," ungkap Dr Chamorro-Premuzic seperti dikutip dari PortalHR.com.
Ternyata, penggunaan Internet di kantor saat jam kerja tidak serta merta menurunkan tingkat produktivitas kerja. Hal paling penting yang harus dilakukan oleh perusahaan bukan asal blokir situs, melainkan memberikan aturan yang jelas. Di sisi lain, karyawan juga harus mengikuti koridor yang telah ditetapkan perusahaan, tidak berlebihan saat mengakses Internet, dan tetap produktif bekerja. Pada akhirnya, perusahaan dan karyawan juga yang akan sama-sama diuntungkan dengan aktifnya karyawan di Internet.
Andai setiap perusahaan bgitu y gan.
bkal gk bosan dech krja.
Sumber : detik..com

Kualitas Anak Kita Adalah Buah Dari Hasil Asuhan Kita

Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya.

Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite (“Children Learn What They Live With”). Thanks Dorothy, it’s so inspiring…

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan..
Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak..
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya..
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya..
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu..
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya..

Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar..
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri..
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain..
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi..
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri..
Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbisa melihat kebenaran..
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan..
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain..
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah..

Saat Kegagalan Terus Menerpa

Banyak yang mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Masalahnya bagaimana jika Anda mendapatkan kegagalan terus-menerus? Sudah mencoba berkali-kali namun tetap tidak berhasil juga. Apakah ada yang salah atau sudah ditakdirkan menjadi orang gagal?




Jika Anda menganggap bahwa Anda sudah ditakdirkan menjadi orang yang gagal, artinya Anda sok tahu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, hanya Allah Yang Maha Mengetahui, kenapa kita mendahului-Nya?

Jika Anda mengatakan ada yang salah… maka jawaban Anda benar. Memang ada yang salah.

Apa kesalahan itu dan siapa yang salah?

Kegagalan Datang Karena Anda Kurang Mencoba

Anda gagal, jika Anda berhenti. Anda kurang mencoba. Anda bisa mengatakan sudah mencoba 100 kali, namun bisa jadi perlu 1.000 kali untuk berhasil. Mungkin Anda sudah berusaha selama 1 tahun, bisa jadi Anda harus menunggu 2 tahun agar bisa berhasil.

Thomas Alpha Edison melakukan 10.000 kali percobaan dalam menemukan bola lampu. Jika dia mengeluh dan berhenti mencoba setelah dia mencoba 100 kali, mungkin orang lain yang akan menjadi penemu. Seorang ahli photografi, harus memotret puluhan bahkan ratusan kali untuk menemukan hasil jepretan yang terbaik. Semuanya perlu percobaan, berulang kali, sampai Anda berhasil.

Banyak orang yang membangun bisnis, bertahun-tahun mengalami kerugian, dan dia mendapatkan untung pada tahun ke-3 atau lebih. Banyak kisah seperti ini, jika saya menuliskannya akan menjadi sebuah buku tersendiri. Intinya ialah, sering kali untuk meraih keberhasilan, memerlukan waktu yang panjang.

Jika Anda berhenti, artinya Anda memilih gagal. Atau kegagalan datang jika Anda berhenti mencoba.

Kegagalan Untuk Mereka Yang Tidak Sabar

Karena keberhasilan adalah perjalanan panjang, yang memerlukan percobaan berkali-kali, bahkan ribuan kali. Yang perlu perjalanan waktu yang panjang, maka untuk sukses kita perlu kesabaran. Sukses hanya untuk mereka yang teguh pada jalan yang benar. Mereka terus melakukan hal yang benar, tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti.

Hal ini disebabkan karena masih banyak yang berharap bahwa sukses itu instan. Saat keberhasilan tidak juga diraih maka mereka berhenti dan memutuskan untuk gagal. Memutuskan berhenti sama dengan memutuskan gagal.

Bisa saja sukses itu ada 3 langkah lagi dari tempat Anda berdiri saat ini. Saat ada keinginan untuk berhenti, ingatkanlah diri Anda: “mungkin tinggal 3 langkah lagi”.

Kegagalan Untuk Mereka Yang Kurang Ilmu

Anda tidak akan pernah berhasil, meski Anda sudah mencoba berkali-kali, jika caranya salah. Jika Anda tidak mengambil hikmah dari kegagalan masa lalu. Jika Anda tidak mengambil pelajaran dari keberhasilan orang lain. Jika Anda tidak mau belajar dari berbagai sumber. Yang Anda ketahui hanya cara yang salah. Jika Anda tidak mengubahnya, Anda tidak akan pernah berhasil.

Thomas Alpha Edison, melakukan 10.000 kali percobaan, dengan cara yang berbeda. Bukan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bisa dari apa yang Anda lakukan atau cara Anda melakukannya. Dan, Anda akan mengetahui cara-cara lain jika Anda cukup ilmu. Belajarlah!

Perluas Horizon Anda

Kegagalan juga sering terjadi pada orang yang sempit horizonnya atau wawasannya. Dia yang membatasi diri, baik membatasi cara mencapai tujuan atau membatasi tujuannya.

Sebagai contoh, ada yang mengatakan dia telah gagal karena sudah tiga kali mencoba masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN). Tidak ada lagi kesempatan, katanya.

Iya, dia memang gagal masuk PTN, tetapi hidup dia belum gagal. Masih banyak peluang berhasil meski tanpa gelas dari PTN. Banyak orang yang berhasil, meski dia lulusan PTS, bahkan SMA, SMP, SD, bahkan tidak sekolah sekali pun. Jadi, jangan persempit keberhasilan hanya dengan mendefinisikannya dengan masuk PTN.

Tetaplah mencoba, bersabar, belajar, dan perluas wawasan Anda serta jangan lupa BERDOA juga. Mudah-mudahan kegagalan tidak terus menerpa Anda.

Thursday, 5 May 2011

Kisah Teladan Seorang Bocah dari Nganjuk

Kisah Teladan Seorang Bocah dari Nganjuk
Sabtu, 23 April 2011 11:57 WIB
Metrotvnews.com, Nganjuk: Kisah pilu namun patut diteladani ditunjukkan seorang bocah lima tahun di Nganjuk, Jawa Timur. Adalah Muhammad Aditya. Ia rela kehilangan waktu bersekolah, apalagi bermain seperti anak-anak seusianya, demi merawat ibunda tercinta, Sunarti, yang mengalami kelumpuhan. Sedangkan ayahnya lebih banyak di luar kota untuk mencari nafkah.

Muhammad Aditya Firmansyah, namun akrab dipanggil Adit. Ia adalah putra semata wayang ibu Sunarti, warga Desa Keramat, Kabupaten Nganjuk. Adit telaten merawat sang bunda. Tak hanya itu. Ia juga mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, mulai memasak hingga membersihkan rumah.

Rutinitas Adit itu telah berlangsung sejak ibunya mengalami kelumpuhan dan ayahnya meninggal dunia 4 tahun lalu, Balita itu terpaksa harus mandiri. Jika teman-teman seusianya, bermain dan belajar, setiap hari Adit harus melakukan pekerjaan rumah, mulai dari membersihkan rumah, mencuci baju hingga memasak. Itu dilakukan seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Adit dan ibunya mengandalkan uang sisa penjualan rumah.

Kini, setelah pemberitaan merebak, kisah Adit mendapat simpati berbagai kalangan, Adit akhirnya dirawat panti asuh anak dari Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Kabupaten Nganjuk, Di sana, Aditya bisa bermain, belajar dan mengaji.

Sementara sang ibu dirawat di Rumah Sakir Daerah Nganjuk dengan biaya dari pemerintah setempat. Bahkan Wakil Gubernur Jatim Syaifulloh menyempatkan datang menjenguk dan memberi sumbangan.

Keteladanan dan bakti Adit kepada ibunda tercinta pun mendapat simpati dari para pembaca sebuah media di dunia maya. Alhasil sumbangan dana pun mengalir untuk Adit. Itu sangat disambut penuh kegembiraan dan keharuan ibunda Adit, Sunarti. Dana itu pun dipastikan untuk mendukung pendidikan Aditya.(DSY)

Bocah lima thun yang merawat ibunya yang lumpuh | nganjuk

Kisah Muhammad Aditya, bocah berusia lima tahun ini adalah kisah nyata. Saat kawan-kawan sepermainannya masuk Taman Kanak-Kanak (TK), Adit, begitu panggilannya justru menghabiskan waktu sehari penuh untuk merawat ibunya yang lumpuh.

Aditya dan ibunya, Sunarti, tinggal di rumah kontrakan Jalan Wilis gang IIA, Nganjuk, Jawa Timur. Keseharian Aditya tidak seperti anak-anak sebayanya. Dia merawat ibunya, Sunarti, yang lumpuh akibat sakit yang menahun.

Sakit yang diderita Sunarti juga tidak jelas. Sejak Adit berusia satu tahun, Sunarti tiba-tiba tak bisa menggunakan kakinya untuk berjalan. Sejak itu, organ dari pinggang ke bawah tidak bisa berfungsi normal.

Rohman, sang suami, berpulang saat Adit baru berusia 8 bulan. Sunarti sangat bergantung pada Adit. "Kadang nyariin makan kalau aku tak bisa masak. Aku sakit tidak bisa jalan sudah sekitar 3-4 tahun," kata Sunarti.

Adit tidak bersekolah. Selain karena biaya, kesibukannya merawat ibunda sangat memakan waktu. Bahkan, di tengah merawat ibunya, Adit menolak ajakan bermain teman-teman. "Saya nyuci, mandiin ibu, dan nyariin makanan," kata Adit.

Tuesday, 3 May 2011

Sayangilah orang tua mu sebelum waktunya habis




Jangan sampai ngga di baca!!

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya " itu burung apa yg berdiri disana ??"
"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
"Itu yang warna putih burung apa?"
sdikit kesal anaknya menjawab " ya bangau mama?..."

Kemudian ibunya kembali bertanya
" Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...

Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!"

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan.."Dulu 26 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali.."

Si anak terdiam...dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika km pernah menyakiti hati Ibumu.
Dan teruskan kpd Org2 yg perlu membaca renungan ini.