Showing posts with label XTRAORDINERY NOTE. Show all posts
Showing posts with label XTRAORDINERY NOTE. Show all posts

Sunday, 14 August 2011

Surga di Telapak Kaki Ibu

Surga di Telapak Kaki Ibu 
 Alkisah, seorang pemuda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Dia sudah berhasil lolos di tes-tes pendahuluan. Dan kini tiba saatnya dia harus menghadap kepada pimpinan untuk wawancara akhir.

Setelah melihat hasil tes dan penampilan si pemuda, sang pemimpin bertanya, "Anak muda, apa cita-citamu?"

"Cita-cita saya, suatu hari nanti bisa duduk di bangku Bapak," jawab si pemuda.

"Kamu tentu tahu, untuk bisa duduk di bangku ini, tidak mudah. Perlu kerja keras dan waktu yang tidak sebentar. Betul kan?" Si pemuda menganggukkan kepala tanda setuju.

"Apa pekerjaan orangtuamu?" lanjutnya bertanya.

"Ayah saya telah meninggal saat saya masih kecil. Ibulah yang bekerja menghidupi kami dan menyekolahkan saya."

"Apakah kamu tahu tanggal lahir ibumu?" kembali sang pimpinan bertanya.

"Di keluarga kami tidak ada tradisi merayakan pesta ulang tahun sehingga saya juga tidak tahu kapan ibu saya berulang tahun."

"Baiklah anak muda, bapak belum memutuskan kamu diterima atau tidak bekerja di sini. Tetapi ada satu permintaan bapak! Saat di rumah nanti, lakukan sebuah pekerjaan kecil yaitu cucilah kaki ibumu dan besok datanglah kemari lagi."

Walaupun tidak mengerti maksud dan tujuan permintaan tersebut, demi permintaaan yang tidak biasa itu, dia ingin mencoba melakukannya.

Setelah senja tiba, si pemuda membimbing ibunya duduk dan berkata, "Ibu nampak lelah, duduklah Bu, saya akan cuci kaki ibu."

Sambil menatap takjub putranya, si ibu menganggukkan kepala. "Anakku, rupanya sekarang engkau telah dewasa dan mulai mengerti."

Si pemuda pun mengambil ember berisi air hangat, kemudian sepasang kaki ibunda yang tampak rapuh, berkeriput, dan terasa kasar di telapak tangannya itu mulai direndam sambil diusap-usap dan dipijat perlahan. Diam-diam airmatanya mengalir perlahan.

"Ibu, terima kasih. Berkat kaki inilah ananda bisa menjadi seperti hari ini."

Mereka pun saling berpelukan dengan penuh kasih dan kelegaan.

Dan keesokan harinya, sang pemimpin berkata, "Coba ceritakan, bagaimana perasaanmu saat kamu mencuci kaki ibumu."

"Saat mencuci kaki ibu saya, saya mengerti dan menyadari akan kasih ibu yang rela berkorban demi anaknya. Melalui kaki ibu saya, saya tahu, bahwa saya harus bekerja dengan sungguh-sungguh demi membaktikan diri kepada ibu saya."

Mendengar jawaban si pemuda, akhirnya sang pemimpin menerima dia bekerja di perusahaan itu. Karena sang pemimpin yakin, seseorang yang tahu bersyukur dan tahu membalas budi kebaikan orangtuanya, dia adalah orang yang mempunyai cinta kasih. Dan orang yang seperti itu pasti akan bekerja dengan serius dan sukses.




 


 (diambil dari buku Andrie Wongso. 18 Wisdom& Success (Bab 9), dengan judul 'Mencari Pekerjaan' )

Netter yang Luar Biasa!

Pepatah "surga di telapak kaki ibu" sungguh mengandung makna yang sangat dalam. Memang kasih ibu tiada tara. Saya yakin! Jika kita mendapatkan restu, apa lagi didukung oleh doa ibunda, tentu semua itu merupakan dukungan yang mengandung kekuatan luar biasa, yang memungkinkan apapun yang kita lakukan akan mendatangkan hasil yang lebih baik.

Saturday, 30 July 2011

Membangun kerajaan hati


'. , kamu tahu ga? Kalau kamu begitu, itu tandanya kamu masih miskin! Miskin hati. . .'semprot haji ismail pada deri
,anaknya)Deri ini mengelola pertanian buah apel miliknya, cukup besar.
 Di daerah bogor, haji ismail banyak menrima laporan yg ga enak di dngpar.

!ayah dengar,kamu ska nelat2in gaji karyawan.terus km jg senang 'mempermainkan m'supplier.
 Empat bon dr supplier sudh numpuk, tapi km masi jawb ntar2,
Atau cuma byr satu bon saja. .
Teganya mengambil keuntungan dr derita orang.
Ga baik. Untk apa senang, akan tetapi ada org yg merasa susah krna kita. . .')
Dr mana ayh dngar itu smw?' boby memotong pembicraan penasaran.
'
ga sengaja tadi siang ayah berkunjung ke tempt jualan bwh km.. Di sana ayah ktmu sma pemasok batu es.
dia yang ce cerita.tega kmu der. Pemasok kecil aj masi km undur2 byaranya.
 Terus pas ayah konfirmasi lbh lanjut, ternyata bnyk hal yg mengecewakan.

Der,dngar ya, buat gaji kryawan , nabi kita memberi arahan kalau bisa kta byr sblum keringatnya mengering.
Dan para pemasok, ngapain jg kmu unda2 pembyrnya. Toh, km juga kan pgn cpt kalo minta brang mereka,yg adil lah,
lagi pula bisnis yg kmu lakoni ini bisnis tuna- bisnis cash,
ga ada orng yg ngutang beli buah dr kamu, ga ada kan?
Deri hnya diam. Dia menganggp ayhnya tdk mngrti soal bisnis,
deri pnya prinsip , kalo bisa dibyr nanti,knp hrus dbyrkan sgera? Kan uangmya bsa diputar dulu,
diendapkan di bank- dsb. . .
!ayah ngerti apa yg km pikir. Kmu kepingn untng lebh besar kan!
Kta ayah membca pikiran boby.
Selnjtnya kelurlah kata yg dikutip dr awal
. ' kamu tahu ga? Kalo kmu bgtu, itu tandanya kamu masi miskin! Miskin hati. . . .

Sunday, 24 July 2011

XTRAORDINARY NOTE ..dimana empati kita

Ini tentang sebuah kisah kesulitan hidup...
tentang kisah seseorang.. mungkin kisah seorang ibu yang tak mempunyai uang dan hendak pulang
dengan menggunakan angkutan umum, walaupun tak ada uang dikantong..
diperjalanan iya gelisah, harus bagaimana depresi pula... namun dalam hati kecilnya tetap menangis
mungkin berpasrah pada yang maha kuasa
sampailah ditempat yang telah dituju,, entah harus apa ibu itu tanpa uang tuk ongkos yang ia harus bayarkan

berpura-pura gila.. melarikan diri secepatnya...berbohong mungkin untuk kebaikanya...
namun ia tetap jujur... pak mohon maaf saya tidak mempunya unag untuk ongkos"
seperti yang kita ketahuin tingkat amarah dijalan raya sangat tinggi,,,

dasar GOBLOG, ANJING SETAN !!!!!!!!!!! kenapaloo ga bilang dari tadi !
gw gak akan ngankut lo kalo lo ga punya uang !! (astagfirullohh)

lelahnya tubuh, tetesan airmata.. namun tetap tegar berusaha tuk tersenyum.. perlahan berjalan keluar
cacian itu mau dikata apalagi.. biarkan saja bagai kapila yang hendak berlalu...
sekali hati tersakiti susah untuk disembuhkan ...


HAL-hal semacam ini sering kita temui dijalanan.. namun yang kita lakukan ketika melihat peristiwa tersebut hanyalah diam
pura-pura tidak tahu..
padahal bukankah sebagai manusia ciptaan tuhan yang mempunyai agama,, agama kita sama. bukankah kita
harus saling membantu..
dimana empati kita???????????????????????????????????