Tuesday, 25 December 2012

LEBIH KENAL TAKAFUL

Sekilas Takaful Indonesia

Sumber

 

Takaful Umum

Fokus utamanya memberikan layanan dan bantuan menyangkut asuransi di bidang kerugian seperti perlindungan dari kebakaran, pengangkutan, niaga, dan kendaraan bermotor, dengan harapan bisa tercapainya masyarakat Indonesia yang sejahtera dengan perlindungan asuransi yang sesuai Muamalah Syariah Islam.


 

Takaful Keluarga

Fokus utamanya memberikan layanan dan bantuan menyangkut asuransi jiwa dan keluarga, dengan harapan bisa tercapainya masyarakat Indonesia yang sejahtera dengan perlindungan asuransi yang sesuai Muamalah Syariah Islam.



Sebagai pelopor asuransi syariah di Nusantara, Takaful Indonesia telah melayani masyarakat dengan jasa asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah, selama lebih dari satu dasawarsa, melalui dua perusahaan operasionalnya: PT Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa Syariah) dan PT Asuransi Takaful Umum (Asuransi Umum Syariah).
PT Syarikat Takaful Indonesia (Perusahaan) berdiri pada 24 Februari 1994 atas prakarsa Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia (TEPATI) yang dimotori oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa, Bank Muamalat Indonesia Tbk., PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Departemen Keuangan RI, serta beberapa pengusaha muslim Indonesia. Melalui kedua anak perusahaannya yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga dan PT Asuransi Takaful Umum, Perusahaan telah memberikan jasa perlindungan asuransi yang menerapkan prinsip-prinsip murni syariah pertama di Indonesia.
PT Asuransi Takaful Keluarga yang bergerak di bidang asuransi jiwa Syariah didirikan pada 4 Agustus 1994 dan mulai beroperasi pada 25 Agustus 1994, yang ditandai dengan peresmian oleh Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad. Diikuti dengan pendirian anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum Syariah yaitu PT Asuransi Takaful Umum, yang diresmikan oleh Menristek/Ketua BPPT Prof. Dr. B.J. Habibie pada 2 Juni 1995.
Kepemilikan mayoritas saham Syarikat Takaful Indonesia saat ini dikuasai oleh Syarikat Takaful Malaysia Berhad (56,00%) dan Islamic Development Bank (IDB, 26,39%), sedangkan selebihnya oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank Muamalat Indonesia serta Karya Abdi Bangsa dan lain-lain.
Di tahun 2004, Perusahaan melakukan restrukturisasi yang berhasil menyatukan fungsi pemasaran Asuransi Takaful Keluarga dan Asuransi Takaful Umum sehingga lebih efisien serta lebih efektif dalam penetrasi pasar, juga diikuti dengan peresmian kantor pusat, Graha Takaful Indonesia di Mampang Prapatan, Jakarta pada Desember 2004. Selain itu, dilakukan pula revitalisasi identitas korporasi termasuk penataan ruang kantor cabang di seluruh Indonesia, untuk memperkuat citra perusahaan.
Untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan Perusahaan dan menjaga konsistensinya, Perusahaan memperoleh Sertifikasi ISO 9001:2000 dari SGS JAS-ANZ, Selandia Baru bagi Asuransi Takaful Umum, serta Asuransi Takaful Keluarga memperoleh Sertifikasi ISO 9001:2000 dari dari Det Norske Veritas (DNV), Belanda pada April 2004. Selain itu, atas upaya keras seluruh jajaran perusahaan, Asuransi Takaful Keluarga meraih MUI Award 2004 sebagai Asuransi Syariah Terbaik di Indonesia, dan Asuransi Takaful Umum memperoleh penghargaan sebagai asuransi dengan predikat Sangat Bagus dari Majalah InfoBank secara berturut-turut pada tahun 2004 dan 2005.
Dengan dukungan Pemerintah dan tenaga professional yang berkomitmen untuk mengembangkan asuransi syariah, Syarikat Takaful Indonesia bertekad untuk menjadi perusahaan asuransi syariah terkemuka di Indonesia.



Pemegang saham

PT Syarikat Takaful Indonesia  
Pemegang Saham  
Syarikat Takaful Malaysia, Bhd
Islamic Development Bank (IDB)
PT Permodalan Nasional Madani
PT Bank Muamalat Indonesia
PT Karya Abdi Bangsa
Koperasi Karyawan Takaful
Pemegang Saham Lainnya
: 56%
: 26,39%
: 6,92%
: 5,91%
: 1,06%
: 0,10%
: 3,62%
   
Dewan Komisaris  
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
: Dato' Mohammed Hassan Md. Kamil
: Y.A.M. Tengku Azman Ibni Alm.Sultan Abu Bakar
: Mohamed Zaffarulla Sathar
   
Dewan Pengawas Syariah  
Ketua
Anggota
: Drs. H. Slamet Effendy Yusuf, MSi
: H. Muhammad Faisal Muchtar, Lc, MSi
: KH. Muhyiddin Junaidi

Direktur Utama : Trihadi Deritanto
   
PT Asuransi Takaful Keluarga  
Pemegang Saham  
PT Syarikat Takaful Indonesia
Syarikat Takaful Malaysia, Bhd
Koperasi Karyawan Takaful
: 57,24%
: 42.73%
: 0,03%
   
Dewan Komisaris  
Komisaris Utama
Komisaris Independen
Komisaris
Komisaris
: Dato' Mohammed Hassan Md Kamil
: Rianto Ahmadi
: Muhammad Harris, SE
: Mahadzir Azizan
   
Dewan Direksi  
Direktur Utama : Trihadi Deritanto
Direktur Operasional : Ronny A. Iskandar
   
PT Asuransi Takaful Umum  
Pemegang Saham  
PT Syarikat Takaful Indonesia
PT Asuransi Takaful Keluarga
Koperasi Karyawan Takaful
: 52,67%
: 47,08%
: 0,25 %
   
Dewan Komisaris  
Komisaris Utama
Komisaris Independen
Komisaris
: Hanifah Husein
: Rianto Ahmadi
: Bachrum M. Nasution, SE
   
Dewan Pengawas Syariah  
Ketua
Anggota
: Dr. H. Anwar Abbas MM. M.A
: Dr. Ir. H.M. Nadratuzzaman Hosen
: Drs. Asep Supyadillah M.Ag

   
Dewan Direksi  
Direktur Utama : Bayu Widdhisiadji, MM, AAAI-K, AIIS
Direktur Operasional : Nabhan Tafsili

 Kantor Pusat | Graha Takaful Indonesia | Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100 | Jakarta, 12970 | Indonesia
Tel. (021) 799 1234, 799 2345 | Fax. (021) 790 1435, 790 1944 | Layanan Peserta. 0807 100 1234

Friday, 30 November 2012

kebahagiaan warga palestina setelah di akui PBB


Hasil voting negara anggota PBB atas pengakuan Palestina sebagai negara, terlihat dalam layar di markas PBB di New York. Hasil voting menunjukan 139 negara setuju mengakui Palestina, 9 menolak, dan 41 memilih abstain. REUTERS/Chip East


Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (terlihat dalam layar) berpidato di markas PBB di New York (29/11). Abbas menyerukan kepada PBB untuk mengakui status Palestina sebagai sebuah negara. REUTERS/Chip East


Ratusan warga Palestina mengibarkan bendera negara mereka ketika berkumpul merayakan pengakuan PBB atas Palestina, di Ramallah, Tepi Barat (29/11). REUTERS/Mohamad Torokman


Seorang warga Palestina memanjat tembok perbatasan yang dibangun Israel di Betlehem, Tepi Barat (29/11). Warga Palestina berkumpul di beberapa lokasi, merayakan pengakuan PBB atas negara Palestina. REUTERS/Ammar Awad


Sebuah bendera Palestina berukuran besar dibentangkan warga di dekat tembok perbatasan yang dibangun Israel di Betlehem, Tepi Barat (29/11). REUTERS/Ammar Awad


Warga Palestina bercengkerama di sebuah kafe, dengan latar belakang sebuah televisi yang menyiarkan pidato Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di markas PBB, di Ramallah, Tepi Barat (29/11). REUTERS/Mohamad Torokman


sumber : tempo.co

Tuesday, 27 November 2012

Kisah Pak Yusuf dan Sholimah, Berjuang Hidup di Jalan Tanpa Kenal Lelah & Menyerah

“Saya sudah tidak punya keinginan untuk memiliki apapun di dunia ini Mas. Saya hanya ingin menjalani sisa akhir hidup saya ini, meskipun itu harus saya jalani dengan cara seperti ini. Yang penting setiap hari bisa makan, itu sudah cukup”

Demikian tanggapan yang kami dengar dari Pak Yusuf ketika kami temui semalam di kompleks kampus UGM Yogyakarta.



Berawal dari kisah yang diceritakan seorang sahabat kaskuser kami “MilanMilanMilan” di thread : “Percakapan Ane Dengan Seorang Pemulung di Jogja.. Bikin Nangis Kisahnya.. (NYATA)” kami tuliskan kembali sedikit kisah tentang Pak Yusuf yang telah kami konfirmasikan ulang dan update mengenai data dan informasi di dalamnya.

“Seandainya Mas dan teman-teman ini memang ingin membantu saya, daripada uangnya digunakan untuk mengobatkan kaki saya ini di rumah sakit, lebih baik uang tersebut digunakan buat mengobati Sholimah anak angkat saya ini, kasihan dia, saya ingin agar dia ingat darimana dia berasal, dimana keluarganya, dan akan saya antar dia pulang Mas. Jika itu bisa terwujud, maka saya akan sangat-sangat lega. Platina di kaki saya ini sudah tidak berpengaruh apa-apa lagi, saya malah takut kalo dioperasi. Dulu saya terlantar 3 bulan lamanya di Bethesda karena patah tulang ini. Saya kecelakaan ketika jadi kernet 31 tahun yang lalu, sopir dan boss tidak mau bertanggung-jawab, sehingga yang nganter ke rumah-sakit yaa polisi Mas. Ini kaki sudah gak papa kok, beneran… Meskipun pincang saya pernah jalan mulung dari Jogja ke Semarang, pulangnya lewat Boyolali, Kertosuro lalu balik ke Jogja lagi. Saya kuat dan sehat, jadi saya malah takut kalo harus dioperasi, saya kan udah tua Mas”

Pak Yusuf Ariyanto, seorang Bapak berusia 65 tahun lahir di Kebumen, adalah seorang dhuafa atau lebih tepatnya disebut sebagai seorang fakir yang tidak memiliki tempat tinggal dan harta kepemilikan. Tidur beralaskan trotoar, beratapkan langit dengan lampu taman sebagai lampu tidurnya adalah fasilitas yang biasa dinikmati sehari-hari. Berprofesi sebagai seorang pemulung botol plastik minuman kemasan yang mencari penghidupan di jalanan kota Jogja sejak tahun 1982. Penghasilannya antara 5.000 – 10.000 rupiah per hari. Pernah sekali waktu hanya menghasilkan 2.000 rupiah untuk setengah kilo plastik botol yang berhasil dikumpulkannya (sekitar 100 cup plastik minuman kemasan) yang dibelanjakan untuk membeli 8 biji getuk dan dimakan sehari.

“Saya sudah biasa makan sekali sehari kok Mas, gak perlu 3 kali seperti orang-orang itu, dan saya tetap sehat dan kuat. Terpal dan kasur pun saya tidak perlu, mboten mboten mboten perlu… hujan angin sekalipun, saya tetap bisa tidur kok Mas”.

Sekilas perhatian kami tertuju pada seorang wanita yang duduk disampingnya, yang selalu sibuk dengan aktifitasnya sendiri dan tidak memperhatikan keberadaan kami, namun selalu ada setiap waktu kami menemui Pak Yusuf.

“Namanya Sholimah Mas. Waktu itu tahun 2007, saya sedang keliling mulung di terminal Jombor. Saya melihat ada seorang anak yang sedang menangis di ujung jalan. Saya beri dia makan. Ketika nasinya habis, lha kok dia ngikutin saya terus. Yaa sampai sekarang 5 tahun ini… sekalian aja saya angkat jadi anak Mas” sambil tertawa kecil Pak Yusuf menceritakan.

Memberi makan dan menghidupi Mbak Sholimah bukanlah perkara yang mudah. Pak Yusuf hidup dengan keterbatasan dan serba kekurangan. Namun siapa lagi yang akan peduli, yang mau memperlakukannya selayaknya anaknya sendiri.

“Maaf Mas, jangan tersinggung kalo dia sibuk dengan dirinya sendiri. Sholimah itu agak ‘kurang’. Tapi dia nggak gila parah Mas, gak pernah ngamuk-ngamuk meski sedang lapar sekalipun. Itulah mengapa saya yakin Sholimah bisa sembuh. Kalo pas bisa diajak ngomong yaa ngobrol biasa, namun diujung-ujung pembicaraannya nanti dia akan mblender kemana-mana, hahaa..” (sejenak terlintas di benak saya tentang figur Mas Tony Blank Saparatos yang beken di youtube beberapa waktu yang lalu, selalu nyambung diawal pembicaraan, dan bikin ngakak di akhir cerita).

“Dia sudah bukan anak kecil lagi, dari pembawaannya aja seperti anak-anak. Sebetulnya usianya sudah 24 atau 25 tahun Mas. Dua tahun yang lalu Sholimah saya antar ke desa yang katanya itu tempat dia berasal. Ke Doplang Cilacap, ketika ketemu desanya, ternyata disana gak ada warga yang mengakui atau mengenali Sholimah. Ya udah, saya bawa pulang ke Jogja lagi”

Dikisahkan pula pernah sekali waktu Pak Yusuf membawa Mbak Sholimah ke panti, namun apa yang diperoleh tidaklah cukup. Minum dijatah 1 gelas per sekali makan, yang berarti hanya 3 gelas air minum per hari. Meskipun saat ini tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk membantu pekerjaannya selain mengikuti kemanapun dia melangkah, Pak Yusuf tetap berkeyakinan bahwa Sholimah adalah anak angkatnya, yang dalam bahasa kami hal tersebut merupakan langkah kepedulian yang dia lakukan kepada sesama. Dalam keadaan kekurangan sekalipun, masih ada ruang kosong yang Pak Yusuf sediakan untuk berbagi.

Menangis hati kami melihat keprihatinan hidup yang dia jalani. Malu diri kami melihat dibalik kesederhanaan hidupnya, masih ada hati untuk berbagi dengan sesama. Keadaan inilah yang mendorong hati, tangan dan kaki kami untuk bergerak, berbuat sesuatu yang baik untuk Pak Yusuf. Kami sangat yakin pasti ada benih dan tabungan kebaikan yang pernah ia tanam, sehingga Pak Yusuf bisa bertemu dengan sahabat kaskuser kami, yang berani menulis dan mengangkat kisah ini.

Berikut ini kami tuliskan data dari KTP dan KK yang ditunjukkan kepada kami. KTP masih dalam kondisi 70% bagus dan terbaca. Expired pada tanggal 10 Oktober 2008. Sedangkan KK (Kartu Keluarga) sudah 90% rusak, dan samar-samar masih terbaca hanya ada 1 nama tertera di dalamnya, yaitu nama Yusuf Ariyanto. KTP dan KK ini disimpan dan dilipat gulungan kecil yang dibungkus dengan plastik hitam dan karet gelang, kemudian dimasukkan ke dalam botol plastik minuman kemasan besar dan ditutup rapat, dibawa di tas karung besar yang selalu ada di sampingnya.



No KTP : 101057 / 003123
Nama : Yusuf Ariyanto
Tempat, Tanggal Lahir : Kebumen 10 Okt 1957
Alamat : Gang Mangga 05 RT7 RW6 Wonokriyo Gombong

Meskipun sudah tidak ada lagi rumah dan keluarga di alamat yang tertera pada KTPnya, kami yakin bahwa KTP kadaluarsa dan KK lusuh inilah yang akan dijadikan modal jika ada razia Pol PP. Sudah 4 kali Pak Yusuf diangkut oleh petugas.

“Yang pertama saya didata dan harus menginap semalam di penampungan Karanganyar Mergangsan. Yang kedua kali tertangkap menginapnya 3 malam. Yang ketiga jadi seminggu harus menginap. Dan yang keempat, waktu itu saya ditangkap ketika tidur di Jalan Mangkubumi (selatan Tugu Jogja), jam 9 malam saya dibuang (diturunkan) di daerah Piyungan. Yaa saya balik lagi Mas, jalan kaki, sampai di tempat semula jam 7 pagi”



Ada beberapa hal yang kami tawarkan ke Pak Yusuf. Dan hampir semuanya dijawab dengan jawaban singkat “Mboten mboten mboten Mas….”. Sampai kepada pilihan tentang pengobatan Sholimah agar bisa mengingat kembali tentang asal usulnya dan jika memungkinkan, bisa kembali berkumpul dengan keluarganya, disetujuinya. Pengobatan dan pengadaan warung atau tempat usahapun dijawab dengan kalimat “Mboten mboten mboten…” Namun ada wacana yang kami sampaikan malam tadi ke Pak Yusuf, “Seandainya saja suatu saat nanti Bapak sudah lega karena Mbak Sholimah sudah sembuh dan bisa kita antar pulang, saya ada suatu pesan yang perlu saya sampaikan (dan kami sudah melakukan lobby sebelumnya). Bapak bercerita di awal sudah tidak memiliki banyak keinginan lagi, kecuali hanya ingin menjalani sisa akhir hidup Bapak. Maukah Bapak menerima penawaran untuk menjadi petugas penjaga, termasuk bersih-bersih dan merawat sebuah tempat ibadah? Sekalian Bapak mengisi waktu untuk beribadah, Bapak juga bisa bekerja disana, dan ini tidak meminta-minta Pak?” Kali ini Pak Yusuf tidak menjawab dengan kalimat mboten-nya.

Pendampingan yang akan kami lakukan ini kami yakin akan diberi banyak kemudahan dalam menjalaninya. Semuanya berawal dari niat yang tulus dan tanpa pamrih. Dan kami juga yakin, pasti akan ada banyak pembelajaran tentang hidup yang bisa kita dapatkan dari mengenal Bapak ini.

Pak Yusuf memiliki kesabaran dan tanggung jawab yang luar biasa, sekalipun harus menghadapi ujian hidup yang datang bertubi-tubi. Beliau tidak pernah mengeluh dengan keadaan. Nrimo meskipun ditinggal istri dan anaknya, tidak menyerah meski harus berjalan mencari sesuap nasi setiap hari dengan kakinya yang cacat. Tidak takut atau bimbang meski nanti malam tidak tahu harus tidur dimana dan bisa makan apa, dan bagaimana jika hujan datang. Pantang meminta-minta karena dia merasa masih cukup kuat mencari makan dengan cara menjadi pemulung. Niat baik dan keinginan ini semata-mata adalah bantuan kami yang tulus untuk kemudahan hidup Pak Yusuf. Apapun itu nanti bentuknya, sekiranya itu baik dan dikehendaki oleh beliau, semampu kami, kami ingin membantu. Kami dan sahabat-sahabat kaskuser kami siap mendampingi dan menyalurkan amanat yang diberikan kepada Pak Yusuf, seluruhnya tanpa potongan biaya sedikitpun.

Demikian kisah kami tentang Kisah Pak Yusuf dan anak angkatnya Sholimah. Kepada segenap donatur yang ingin ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk membantu Pak Yusuf dan Sholimah, silahkan klik disini. Sedangkan untuk open public view rekapan penggalangan dana ini, dapat dilihat disini. Terima kasih.

Friday, 7 September 2012

MELIHAT KEBAWAH I

Sebelum kita mengeluh perhatikan dan renungkanlah gambar dibawah ini
If you think you are unhappy, look at them
banjir
If you think your salary is low, how about her?
pengemis
If you think you don’t have many friends…
sendiri
When you feel like giving up, think of this man
orang-cacat
If you think you suffer in life, do you suffer as much as he does?
pekerja-keras
If you complain about your transport system, how about them?
jembatan-rusak
If your society is unfair to you, how about her?
nenek-tua
Masihkah kita mengeluh dengan kehidupan kita? Bersyukurlah karena kita masih diberikan kehidupan yang lebih baik.

LILIN HARAPAN

Alkisah…
Ada 4 lilin yang menyala
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
lilin pertama berkata:
“Aku adalah DAMAI.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku:
maka lebih
baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Lilin kedua berkata:
“Aku adalah IMAN.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“Aku adalah CINTA”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan
melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“lho apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu”
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
“Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap
dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
” Akulah H A R A P A N “
dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali
ketiga Lilin lainnya.
apa yang tidak pernah mati hanyalah
H A R A P A N
yang ada dalam hati kita….dan masing- masing kita semoga dapat menjadi alat,
seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai,Cinta dengan HARAPAN-nya!
* kisah ini sudah banyak menyebar di internet..bukan karena saya tidak kreatif yah…cuman kisah ini sangat menarik…dan dapat memberikan semangat…terutama yang dalam dirinya sedang ada dalam kesusahan seperti saya….tapi ingat jangan pernah tunjukan kesusahanmu…karena salah satu ciri seorang mukmin iyalah tidak pernah menunjukan kesusahan…apalagi dengan merengek-rengek…
SMANGADH…
Innallah maana…
Allah bersamaku…
inshAllah…