Friday, 7 September 2012

MELIHAT KEBAWAH I

Sebelum kita mengeluh perhatikan dan renungkanlah gambar dibawah ini
If you think you are unhappy, look at them
banjir
If you think your salary is low, how about her?
pengemis
If you think you don’t have many friends…
sendiri
When you feel like giving up, think of this man
orang-cacat
If you think you suffer in life, do you suffer as much as he does?
pekerja-keras
If you complain about your transport system, how about them?
jembatan-rusak
If your society is unfair to you, how about her?
nenek-tua
Masihkah kita mengeluh dengan kehidupan kita? Bersyukurlah karena kita masih diberikan kehidupan yang lebih baik.

LILIN HARAPAN

Alkisah…
Ada 4 lilin yang menyala
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
lilin pertama berkata:
“Aku adalah DAMAI.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku:
maka lebih
baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Lilin kedua berkata:
“Aku adalah IMAN.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
“Aku adalah CINTA”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan
melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“lho apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu”
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
“Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap
dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
” Akulah H A R A P A N “
dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali
ketiga Lilin lainnya.
apa yang tidak pernah mati hanyalah
H A R A P A N
yang ada dalam hati kita….dan masing- masing kita semoga dapat menjadi alat,
seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai,Cinta dengan HARAPAN-nya!
* kisah ini sudah banyak menyebar di internet..bukan karena saya tidak kreatif yah…cuman kisah ini sangat menarik…dan dapat memberikan semangat…terutama yang dalam dirinya sedang ada dalam kesusahan seperti saya….tapi ingat jangan pernah tunjukan kesusahanmu…karena salah satu ciri seorang mukmin iyalah tidak pernah menunjukan kesusahan…apalagi dengan merengek-rengek…
SMANGADH…
Innallah maana…
Allah bersamaku…
inshAllah…